19 Daerah di Jatim Termasuk Jember Masuk Zona Merah

19 Daerah di Jatim Termasuk Jember Masuk Zona Merah

JEMBER – jareku.id Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur menginformasi sebanyak 19 dari 38 kabupaten/kota di provinsi, termasuk Jember masuk Zona Merah.

Artinya, daerah tersebut berstatus berisiko tinggi terhadap penyebaran virus COVID-19.

“Pekan lalu ada 20 daerah, pekan ini 19 daerah zona merah dan 19 daerah lainnya zona oranye/jingga atau berisiko sedang,” ujar anggota Satuan Tugas Kuratif COVID-19 Jawa Timur dr. Makhyan Jibril di Surabaya, Kamis(15/7) malam.

Daerah tersebut yakni Ponorogo, Kabupaten Kediri, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Tuban, Sidoarjo, Banyuwangi, Kabupaten Ngawi dan Kota Kediri.

Kemudian terdapat Lumajang, Situbondo, Bojonegoro, Bangkalan, Madiun, Jember, Magetan, dan Nganjuk.

Dengan begitu, di Jawa Timur tak ada satupun daerah berstatus zona kuning (risiko penularan rendah).

Selain itu, juga tidak ada daerah dengan status dan hijau (tidak berisiko penularan).

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jatim per 20/7/2021, ada tambahan sebanyak 6.269 kasus baru terkonfirmasi positif.

Lalu terdapat 2.131 kasus sembuh dan 179 kasus meninggal dunia.

Total terkonfirmasi positif COVID-19 hingga saat ini sebanyak 203.372 kasus.

Kasus Naik Karena Pengujian Tes Antigen

Sementara itu, naiknya kasus positif pada hari ini karena faktor peningkatan kapasitas pengujian dan mengadaptasi Keputusan Menteri Kesehatan tentang penggunaan tes antigen dalam pemeriksaan COVID-19.

Selama PPKM darurat komitmen peningkatan kapasitas mencapai standar WHO sehingga lebih cepat.

Sebelumnya pemeriksaan sehari rata-rata di angka 6-7 ribu sampel, namun pada dua hari terakhir naik tiga kali lipat.

Sementara pada 12 Juli 2021, pemeriksaan sebanyak 18.987 sampel dalam sehari, lalu 13 juli 2021 mencapai 16.566 sampel.

“Harapannya, dengan adanya target testing yang bisa mencapai standar WHO maka kasus bisa diisolasi dan rantai penularan dapat dihambat,” ucap dr Jibril.

Jember Zona Merah

Sedangkan Jember kembali menjadi zona merah penularan COVID-19.

Dari 31 Kecamatan, hanya tersisa 9 kecamatan, yang masih zona oranye. Sebanyak 22 Kecamatan sudah Zona Merah.

Sementara pada Selasa (13/7), jumlah warga Jember yang terkonfirmasi COVID-18 sebanyak 187 orang, sembuh 64 orang dan meninggal sebanyak 8 orang.

“Jember masuk merah dari zonasi provinsi mulai (Selasa/13/7). Diperlukan usaha yang lebih keras lagi, dengan bantuan semua pihak agar penyebaran mata rantai virus covid-19 dapat diputus,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten Jember, Habib Salim.

Sementra itu, Habib Salim, yang juga Plt Kadis Komunikasi dan informatika Kabupaten Jember ini, terus mengingatkan masyarakat untuk terus waspada COVID-19

Ia menghimbau masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan Protokol Kesehatan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi Kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Selain itu, juga mematuhi aturan PPKM Darurat Jawa Bali, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember ini.

Aturan tersebut sudah tertuang dalam instruksi menteri dalam negeri (Inmendagri) nomor 15 tahun 2021, tentang pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali.

“Kita Tetap mengikuti instruksi Mendagri untuk PPKM Darurat,”katanya.

Diketahui, Jumlah total warga Jember terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8.576. sembuh sebanyak 7.211. meninggal dunia 591 orang // Fab, Ghani

Redaksi Sepekan