BARHEN’S DORONG APH USUT TUNTAS SURAT PALSU YANG ANULIR REZIM BUPATI HENDY GUS FIRJAUN

BARHEN’S DORONG APH USUT TUNTAS SURAT PALSU YANG ANULIR REZIM BUPATI HENDY GUS FIRJAUN

jareku.id

LUCU dan tak logis. Itulah ketegasan sikap Ketua Ormas Barhen’s Jember, H. Sugeng Widodo saat diminta komentar soal surat edaran Panwaslu Jatim yg menganulir rezim terpilih, Bupati Hendy Siswanto dan Wabup Gus Firjaun.

“Surat ini palsu atau hoax. Karena itu kami mendorong kepada APH (Aparat Penegak Hukum – red) untuk segera menuntut tuntas masalah ini,” ujar Ketua Ormas Barhen’s (Barisan Hendy Siswanto, Rabu malam (22 Desember 2021).

Menurut Haji Sugeng Widodo, masalah ini tidak main-main. Dengan diusust tuntas akan diketahui siapa “dalang” atau pelaku dibalik masalah ini. Selain itu juga berindikasi ada pelanggaran ITE.

Sebagaimana diketahui sejak pagi hari tadi beredar surat berlogo Bawaslu Jatim dengan nomor surat 0426/K.JI/HM.00/XII/2021 yang ditujukan kepada pasangan Calon Bupati Hj. Faida MMR dan Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Vian) di banyak group whatsap. Isinya ada Permohonan KPUD Jember untuk memfasilitasi putusan Mahkamah Agung terkait adanya pelanggaran secara TSM (Terstruktur Sistematis dan Masif) yang dilakukan oleh salah satu calon.

Surat tertanggal 14 Desember 2021 itu juga menjadwalkan pertemuan di salah satu hotel di Sidoarjo. Digelar Rabu (22/12/2031) membahas pelanggatan TSM.

Beberapa pihak yg kompeten sepeti komisioner KPUD Jember, M. Hanafi, serta Elly Angraeni, Divisi Bawaslu Jatim saatn dikonfirmasi wartawan mengatakan, tidak benar. Diharapkan masyarakat Jatim tidak terpengaruh oleh surat edaran hoax tersebut.

Namun demikian KPUD Jember tetap akan berkoordinasi dengan KPU Propinsi terkait hal ini.

“Yang jelas kita tidak pernah berkirim surat ke bawaslu jawa timur tentang hal sebagaimana dimaksud dalam surat itu, untuk lebih jelasnya bisa tanya ke ketua,” ujar Hanafi.

Pun Bupati Hendy Siswanto dan Kandidat Hj. dr. Faida tak bersedia komentar terhadap surat hoax yang beredar di berbagai WAG (group Whatsapp).

“Bisa kami pastikan, surat tersebut hoax, Bawaslu Jatim tidak pernah mengeluarkan surat resmi, dengan maksud, tujuan dan tanggal acara sebagaimana dalam kegiatan tersebut. Bahkan tidak pernah menerima permohonan dari Komisi Pemilihan Umum Jember untuk mengadakan kegiatan sebagaimana yang tertera dalam surat dimaksud,” imbuh Elly Anggaeni, Divisi Humas Bawaslu Jatim.

Ormas Barhen’s yang memang pendukung Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun tetap akan menuntut dan mendorong polisis untu mengusut tuntas./// Ghani.

Headline