Bukan Prediksi Tetapi Potensi Tsunami,  Desa Dekat Pantai Selalu Sosialisasi Untuk Antisipasi dan Mitigasi

Bukan Prediksi Tetapi Potensi Tsunami, Desa Dekat Pantai Selalu Sosialisasi Untuk Antisipasi dan Mitigasi

JEMBER – jareku.id Dalam beberapa waktu belakangan semua kawasan yang berdekatan dengan pantai selatan, selalu mengadakan sosialisasi tentang ancaman bencana. Terutama bencana alam berupa gempa berkekuatan diatas 8 Scala Richter. Gempa dahsyat itu pasti akan disusul dengan gelombang tsunami.

Karena itu hampir di sejumlah desa pinggir pantai selalu diadakan sosialisasi dengan tujuan masyarkat bisa mengantisipasi atau mitigasi jika bencana tersebu betul betul terjadi. Seperti diperkirakan secara ilmiah oleh BMKG.

Demikian pula sejumlah aparat Desa Grenden Kecamatan Puger bersama pejabat Muspika setempat mensosialisasikan Tanggap Bencana 2021 di Balai Desa Grenden, Selasa (15/6/2021).

Kegiatan tersebut menindaklanjuti himbauan Bupati Jember H Hendy Siswanto agar setiap desa yang berdekatan dengan pantai untuk melakukan kegiatan sosialisasi tanggap bencana gempa dan tsunami.

Siaran pers BMKG Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami 29 Meter di Pantai Selatan Jawa Timur adalah Potensi bukan Prediksi

Merespon kekhawatiran masyarakat terkait informasi potensi terjadinya gempabumi dengan kekuatan 8,7 yang diikuti tsunami setinggi 29 meter di sepanjang pesisir pantai selatan Jawa Timur yang dilansir oleh beberapa media online, maka bersama ini kami sampaikan tanggapan sebagai berikut.

Indonesia sebagai wilayah yang aktif dan rawan gempa bumi memiliki potensi gempa bumi yang dapat terjadi kapan saja dengan berbagai kekuatan (magnitudo).

Sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya, sehingga BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempabumi.

Berdasarkan hasil kajian dan pemodelan para ahli yang disampaikan pada diskusi bertajuk “Kajian dan Mitigasi Gempabumi dan Tsunami di Jawa Timur, zona lempeng selatan Jawa memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum M 8,7. Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi yg pasti, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu.

Untuk itu kita semua harus melakukan upaya mitigasi struktural dan kultural dengan Hb membangun bangunan aman gempa dan tsunami.

Pemerintah Daerah dengan dukungan Pemerintah Pusat dan Pihak Swasta menyiapkan sarana dan prasarana evakuasi yang layak dan memadai, BPBD memastikan sistem peringatan dini di daerah rawan beroperasi/ terpelihara dengan layak dan terjaga selama 24 jam tiap hari untuk meneruskan Peringatan Dini dari BMKG.

Pemerintah Daerah dengan Pusat melakukan penataan tata ruang pantai rawan agar aman dari bahaya tsunami dengan menjaga kelestarian ekosistem pantai sebagai zona sempadan untuk pertahanan terhadap gelombang tsunami dan abrasi.

Pemerintah Daerah dengan Pihak terkait perlu membangun kapasitas masyarakat/edukasi masyarakat untuk melakukan response penyelamatan diri secara tepat saat terjadi gempabumi dan tsunami.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apabila ingin mengetahui lebih jelas info ini dapat menghubungi Call Center 196, contact 021-6546316 atau www.bmkg.go.id dan terus monitor aplikasi mobile phone INFO BMKG

Kades Grenden, Suyono, menerangkan bahwa tujuan acara itu agar setiap aparat mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika sedang terjadi bencana khususnya gempa yang mengakibatkan tsunami.

Sementara itu Kapolsek Puger, AKP Ribut Budiyono, SH, mengatakan, soal tanggap bencana gempa dan tsunami, wajib untuk sosialisasikan karena menurut informasi dari BMKG Jawa timur bahwa gempa dengan kekuatan 8,7 Scala Richter yang berdampak terjadinya tinggi gelombang 29 m dan tsunami. “Kami berharap masyarakat agar getok tular untuk mensosialisasikan ke warga yang lain terkait sosialisasi,” katanya.

Ia berharap isu bencana besar itu tidak terjadi.

Selain mitigasi bencana pihaknya juga menegaskan penanganan covid-19. “Kami tidak henti-hentinya mensosialisasikan terkait dengan covid 19 kita wajib selalu Hb mengingatkan dimanapun saja, terkait protokol kesehatan harus disiplin,selalu pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan dan jangan sering bepergian (5 M), agar mata rantai Covid 19 terputus,” papar Ribut.

Perwakilan dari Kecamatan, Kasi Pol PP, Muhyadi mengatakan, “Tujuan dilaksanakan kegiatan ini agar tidak terkena dampak terlalu besar.”

Nampak hadir dalam acara tersebut selain Muspika juga ada Tokoh Agama dan tokoh pemuda. Sosialisasi seprti itu sangat patut digetoktularkan ke desa-desa kawasan pantai selatan. Sperti di Grenden, Puger Kulon dan Wetan. Serta kawasan Getem, Keting yang pada kawasan itu akan diprogram dan dibangun pelabuhan./// Ghani

Uncategorized