Bupati Hendy Klaim Warga Jember Tidak Bandel Masalah Sampah, Kepala DKLH: Perlu Sosialisasi Masif

Bupati Hendy Klaim Warga Jember Tidak Bandel Masalah Sampah, Kepala DKLH: Perlu Sosialisasi Masif

jareku.id

Masih terngiang pembelaan Bupati Hendy terhadap warganya soal kebersihan dan sampah. Lebih sepekan lalu saat usai meresmikan acara World Clean Up Day (Hari Bersih2 Sedunia) Bupati ditanya wartawan apakah warga Jember banyak yang bandel soal sampah dan kebersihan?

Buru buru Bupati H.Hendy Siswanto menyangkal sambil berlalu dan tertawa kecil: “Tidak ada…warga Jember tidak ada yang bandel”.

Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH), Ir. H. Eko Heru Sunarso pada jareku.id, Minggu (26 September 2021) senada dengan bupati: tak ada yang bandel. “Kurang tepat istilah itu. Yang jelas soal kebersihan dan sampah di Jember ini butuh sosialisasi yang masif.

Kepala DKLH ini mengaku sangat terkesan dengan statemen Bupati Hendy Siswanto yang obsesif serta empati soal kebersihan, khususnya masalah sampah di Kabupaten Jember ini.

Kebersihan dan sampah merupakan persoalan serius yang harus terus menerus disosialisasi, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan masyarakat. Kota Jember yang dibelah dua buah Sungai Bedadung dan Sungai Jompo sangat “familiar” bagi warga kota. “Waktu kecil dulu saya sering mandi di Sungai Bedadung. Karena waktu itu sungai terlihat bersih. Tidak seperti sekarang yang banyak kotoran dan sampah plastik,” cerita Bupati Hendy.

Dalam momen Hari Bersih-bersih tersebut wajar jika sebagai “bapak-e wong sak Jember” ini mengajak semua aparat dan para relawan kebersihan untuk setiap bulan “Apel Kebersihan”. Pemerintah akan memfasilitasinya. Ajakan itu cermin dari semangat Bupati Hendy untuk dan ingin menyadarkan masyarakat terhadap kebersihan dan persoalan sampah di Kabupaten Jember yang saban hari sekitar 500 ton.

Gerakan bersih bersih itu kini sering dilakukan warga secara mandiri dan atas kesadaran pribadi. Di beberapa wilayah kecamatan juga mulai terlecut imbauan Bupati. Sementara Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup terus intensif memantau. Selain menjalankan kebersihan sesuai yang telah diprogramkan. “Seperti tumpukan sampah di Jalan Imam Bonjol, persis pinggir Sungai Bedadung kini tampak lebih bersih. Depo sampah betul-betul kita kontrol agar tidak mengotori lingkungan sekitarnya,” tutur Ir. Eko Heru Sunarso.

Memang tidak semua wilayah kecamatan se Kabupaten Jember langsung merespon himbauan dengan aksi rutin tiap hari. Namun Word Clean Up Day atau Hari Bersih bersih itu ditindaklanjuti di beberapa kecamatan. Terutama keacamatan kota.

Seperti Kaliwates sejak lebih sepekan lalu hingga sekarang masih masih terdengar “gaung kebersihan sampah”. Menurut Camat Bambang Saputro, mulai dari kelurahan sampai tingkat RT RW terus diingatkan soal kebersihan dan sampah itu. Ini sebagai respon berkelanjutan atas Surat Edaran Bupati Jember No : 500/1415/35.09.319/2021 perihal Aksi Word Clean Up Day Jember Tahun 2021,.sepekan lalu. Dan pelaksanaan di lapangan parkir Hotel Aston Kel Jember Kidul Kec. Kaliwates. Pejabat Muspika apel.bersama para relawan dan masyarakat peduli kebersihan.

Aksi bersih2 ini terus berlanjut atas kesadaran warga sekitar lokasi Jalan Sentot Prawirodirjo Kel. Kaliwates, Perumahan Villa Tegal Besar, Sepanjang Jalan Lumba-Lumba Kel. Sempusari, Sekitar Lapangan Mangli, sekitar lingkungan Kampus UIJ. Serta Sekitar lingkungan Kampus UIN KHAS Jember. /// Ghani.

Headline