Bupati Hendy Tepati Janji, ‘PERDA SAMPAH’ Diusulkan ke Sidang Paripurna DPRD Jember

Bupati Hendy Tepati Janji, ‘PERDA SAMPAH’ Diusulkan ke Sidang Paripurna DPRD Jember

jareku.id

JANJI Bupati Hendy ditepati. Janji tahun ini Jember sudah punya Perda Sampah akan segera teraplikasi. Kamis (30 September 2021) lima Raperda ke sidang paripurna DPRD. Termasuk Raperda tentang pengelolaan sampah.

Sebagaimana dikatakan Bupati Hendy Siswanto saat apel akbar “Hari Bersih-bersih Sedunia” (World Clean Up Day) di TPA Pakusari (18/92021), untuk mengatasi sampah akan segera dibikin Perda Sampah.

Dengan adanya regulasi Perda Sampah itu, diharapkan setiap warga punya tanggung jawab terhadap kebersihan sampah. Tidak buang sampah sembarangan. Kalau melanggar ada sangsinya, sesuai aturan dalam Perda Sampah nantinya. “Kan…kebersihan sebagian dari iman,” ungkapnya.

Sampah sekabupaten Jember, tutur Haji Hendy, jumlahnya sekitar 500 ton sehari. Di beberap depo sampah basah maupun sampah plastik ini sama sekali tak sedap dipandang mata. Jauh dari yang namanya kebersihan.

Dalam Rapat Paripurna dengan DPRD, selaku eksekutif Bupati Hendy mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Rapat daring ini juga diikuti Wabup Gus Firjaun. Pimpinan DPRD. Serta 27 orang anggota ikut secara daring dan 18 orang anggota DPRD secara luring.

Sekretaris DPRD Jember,Jupriono membacakan surat Bupati Jember yang ditujukan kepada Ketua DPRD Jember perihal pengusulan Raperda Kabupaten Jember.

Dalam surat tersebut, Bupati Jember mengajukan raperda di antaranya: 1.Raperda tentang Kabupaten layak anak, 2.Raperda Prubahan atas Perda No. 3 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, 3.Raperda tentang Pengelolaan Sampah, 4. Raperda tentang Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan serta 5 Raperda tentang Perumdam Tirta Pandalungan.

Bupati dalam pidato pengantarnya mengatakan, pengajuan 5 Raperda tersebut merupakan wujud komitmennya dalam melayani masyarakat Jember.

“Maka raperda yang kami ajukan masih memerlukan pembahasan dan penyempurnaan terutama dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang serta untuk mengakomodir keinginan masyarakat Kabupaten Jember,” katanya.

Dia berharap Perda yang dihasilkan nantinya benar-benar menjadi produk hukum yang berkualitas dan parsitipatif sebagai perwujudan keinginan dan kehendak bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Jember serta kualitas pembangunan di Kabupaten Jember. /// Ghani.

Uncategorized