Cegah Covid-19, Sejumlah Pasar di Situbondo Gunakan Sistem Online

SITUBONDO BP-Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Situbondo, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Situbondo memberlakukan belanja di pasar dengan sistem online, Selasa (7/4/2020).

Adapun pasar yang dibelakukan belanja secara online antara lain Pasar Mimbaan, Pasar Asembagus, Pasar Besuki, Pasar Panji, Pasar Sumberkolak, Pasar Widoropayung, dan Pasar Panarukan. Hal ini diberlakukan dengan harapan meminimalisir masyarakat keluar rumah.

Keterangan yang disampaikan juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Situbondo, Agung Wintoro S.sos MSi melalui Press Release yang dikirim melalui graop WhatsApp Humas Pemkab Situbondo menerangkan bahwa, diberlakukannya sistem belanja online di sejumlah pasar tradisional tersebut meminimalisir masyarakat keluar rumah dan memberdayakan tukang becak, ojek online dan sejenisnya.

Sedangkan, sambung Agung, 8 orang yang tercatat atau terkonfirm positif Covid-19, lima pasien dirawat inap, tiga di isolasi mandiri dengan pengawasan ketat oleh pemerintah desa dan puskesmas. “Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah terus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi anjuran tersebut,” ujarnya.

Adapun anjuran pemerintah yang harus ditaati oleh masyarakat, imbuh Agung, yakni tetap di rumah, sering cuci tangan memakai sabun, tidak berkerumun, menjaga jarak minimal 2 meter di setiap aktivitas, dan memakai masker setiap keluar rumah. “Bupati selaku Ketua Gugus Tugas telah mengeluarkan instruksi percepatan penanganan Covid-19 di desa dan kelurahan. Melaksanakan padat karya tunai desa dengan tetap menerapkan jarak aman minimal 2 meter antar pekerja, membentuk relawan desa lawan covid-19,” jelas Agung.

Selanjutnya, kata Agung, bersama 3 pilar melakukan pembatasan akses keluar masuk desa/kelurahan dengan sistem keamanan lingkungan (siskamling) selama 24 jam dan melakukan pencatatan tamu serta membubarkan kerumunan banyak orang. “Bersama 3 pilar dan tenaga kesehatan di desa melakukan pemantauan perkembangan ODP, PDP dan isolasi mandiri. Menyediakan rumah singgah, melakukan upaya social safety net dalam rangka mengurangi dampak ekonomi,” jelas Agung.

Terkait beredar berita Situbondo Lockdown, jelas Agung, perlu disampaikan bahwa Pemerintah Pusat telah menerangkan tidak ada lockdown baik negara maupun daerah. “Saat ini pemerintah telah mengeluarkan aturan tentang (PSBB) Pembatasan Sosial Berskala Besar,” tuturnya.

Untuk bisa menjadi daerah PSBB, lanjut Agung, harus melalui keputusan menteri kesehatan dengan kriteria jumlah kasus dan jumlah kematian meningkat signifikan dan terdapat kaitan epidemologi dengan kejadian serupa di wilayah lain. Dan saat ini masih dibuat analisis tentang PSBB di Kabupaten Situbondo. her

Destinasi Wisata Headline