Dinamika Pilkades Serentak Berlangsung Landai, Menang Tipis Jadi Pemicu Protes

Dinamika Pilkades Serentak Berlangsung Landai, Menang Tipis Jadi Pemicu Protes

jareku.id

DINAMIKA pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Jember ternyata landai-landai aja. Percik protes terjadi pada beberapa desa tetapi relatif terselaikan dengan baik dan bijak oleh panitia.

Bupati Hendy Siswanto maupun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Adi Wijaya kepada jurnalis secara terpisah, mengaku lega dengan proses Pilkades serentak berjalan aman terkendali. “Alhamdulillah…semua berjalan lancar. Kalau ada protes itu biasa. Cermin dari dinamika yang konstruktif,” ujarnya, Senin (29 November).

Pada.saat mengunjungi Desa Klompangan Kec. Ajung, Bupati Hendy mengaku senang karena tingkat kehadiran hak pilih mencapai 80%. Ini fakta yang bagus sekali.

“Bagi yang terpilih jangan sombong dan yang belum terpilih tetaplah.memgabdi pada warga desanya. Tidak ada yang hebat. Semua sama dengan satu komitmen mewujudkan desanya lebih maju dan lebih makmur lagi,” tutur Haji Hendy.

Dari 59 desa yg gelar kontestasi Pilkades hanya beberapa desa yang melakukan protes. Namun demikian protes tersebut tidak mengagalkan perolehan suara yang sudah dinyatakan sah.

Seperti terjadi pilkades Mojomulyo.Kec. Puger, Saksi mandat dari calon nomer urut 2 (Nidhomuddin) menolak menandatangani Berita Acara Rekapitulasi.

Penolakan ini muncul dalam rapat pleno rekapitulasi di pendopo desa.Perolehan suara, Cakades No. 1 (Edi Purwanto) sebanyak 2.515, sedangkan Cakades No. L 2.506 suara. Selisih 9 suara inilah yg sering memicu protes.

Menurut Ketua Panitia Pilkades Desa Mojomulyo, Abdul Haris, penolakan saksi untuk menandatangani berita acara Rekapitulasi tidak mengurangi keabsahan hasil rekapitulasi.

“Dalam aturan kalau ada saksi yang dimandatkan tidak menandatangani terkait dengan Berita Acara, hal itu tidak mengurangi keabsahan dari hasil rekapitulasi pemilihan Kepala Desa. Karena di masing-masing TPS, saksi dari kedua calon telah menandatangani hasil rekapitulasi,” kata Haris.

Menurutnya pelaksanaan Pilkades desa Mojomulyo berjalan aman dan kondusif, meskipun saksi dari seorang calon menolak menandatangani Berita Acara Kemenangan.

“Alhamdulillah pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi berjalan dengan lancar, dan setiap rekapitulasi di 15 TPS saksi dari kedua calon merasa setuju dan clear menandatangani,
cuma ada satu permasalahan pada saat penandatanganan berkas berita acara kemenangan, saksi calon nomer 2 tidak berkenan menandatangani,” ungkap Abdul Haris.

Meskipun hanya ditandatangani oleh saksi cakades nomer 1, Panitia akan tetap melanjutkan dan menyampaikan Berita Acara tersebut ke BPD.

“Selanjutnya BPD akan melaporkan kepada Camat dan Bupati untuk meminta penetapan dari calon terpilih untuk dilantik,” pungkasnya. Akhirnya persoalan tersebut bisa dimaklumi semua pihak. “Menang tipis itulah yang kerap jadi persoalan. Tapi jika kalah mutlak no problem,” cetus para tokoh desa setempat.
/// Ghani

Headline