Dinkes Jember : 548 Tenaga Kesehatan Positif COVID-19, 2 Meninggal

Dinkes Jember : 548 Tenaga Kesehatan Positif COVID-19, 2 Meninggal

JEMBER -jareku.id Dinas Kesehatan Jember menyebutkan bahwa sebanyak 548 tenaga kesehatan terpapar COVID-19. Sementara dua diantaranya meninggal dunia yakni dokter umum dan spesialis obgyn.

Tenaga kesehatan harus bekerja keras seiring meningkatnya jumlah pasien yang terpapar COVID-19 di puskesmas dan rumah sakit.

Oleh sebab itu, tenaga kesehatan tersebut kelelahan karena bekerja sehingga ikut terpapar COVID-19.

Menurut Plt Wakil Direktur SDM dan Pendidikan RSD dr Soebandi, drg Arief Setiyoargo, sebanyak 33 tenaga kesehatan postif COVID-19 di RSD dr. Soebandi Jember.

Sebagian dari mereka melakukan isolasi mandiri di rumah, dan lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.

“Hingga Juli 2021, jumlah tenaga kesehatan yang dirawat sebanyak empat orang sedang yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 29 orang,” terang Arief Setiyoargo.

Hal serupa terjadi di Rumah Sakit Paru Jember. Menurut Direktur RS Paru Jember, dr. Sigit Kusumajati, menyebutkan ada 27 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19.Data tersebut tercatat dari Januari hingga Juni 2021.

Lebih lanjut, dr. Sigit menjelaskan sebanyak 12 tenaga kesehatan masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sementara sisanya sudah sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.

“Mereka yang terkonfirmasi positif kondisinya berangsur-angsur menbaik. Mudah-mudahan hasil swab nantinya negatif sehingga dapat kembali melayani pasien di Rumah Sakit Paru Jember,” harap Sigit.

Sigit juga menjelaskan bahwa di RS Paru Jember menyediakan 4 ruangan khusus untuk isolasi dengan jumlah tempat tidur 49 unit.

Baca juga : Pemkab Jember Ubah 3 Hotel Menjadi Ruang Isolasi Pasien COVID-19

Sementara tenaga kesehatan menangani 16-23 orang tiap harinya di masing-masing ruangan.

“Rumah Sakit Paru Jember sebenarnya kekurangan tenaga kesehatan. Sehingga tidak mungkin bagi kami untuk membuka ruangan lagi bagi pasien COVID-19. Karena dengan jumlah tenaga kesehatan yang sangat terbatas tersebut, dapat berisiko tinggi, sebab mereka akan sangat kelelahan,” pungkas Direktur Rumah Sakit Paru Jember ini. // Fabby, Ghani

Baca juga : PPKM Darurat, Keluar-Masuk Jember Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab

sumber foto : situstalenta.com

Redaksi Sepekan