PEMKAB JEMBER Tahun 2022 Ini Maksimalkan PAD dari Gunung Sadeng

PEMKAB JEMBER Tahun 2022 Ini Maksimalkan PAD dari Gunung Sadeng

jareku.id

GUNUNG SADENG masih potensial menambah keuntungan bagi Jember. Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 ini akan maksimal dari sektor eksploitasi batu kapur Puger.

Terkait dengan upaya meraup dan meningkatkan pendapatan daerah ini pemerintah melalui Disperindag Jember akan sosialisasi pada para pengusaha batu gamping Puger. Sekaligus melakukan pemeriksaan legalitas dokumen perijinan.

Kepala Disperindag Pemkab Jember, Drs Bambang Saputro, M.Si pada jareku.id Senin (24 Januari 2022) selama ini PAD dari sektor masih kurang memuaskan.

Dicontohkan, dari pengelolaan tambang batu kapur Gunung Sadeng Puger, masih tergolong minim. Tahun 2021 targetnya Rp 2 miliar terlampaui menjadi Rp 4 miliar. Tapi menurut mantan Camat Kaliwates itu, hasil tersebut kurang maksimal. Masih bisa di tingkatkan jika melihat potensi yang ada di Gunung Sadeng.

Kepala Disperindag berharap pengolahan batu kapur di Puger selain harus mampu meningkatkan PAD harus juga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat disekitar tambang. Sehingga mereka semakin sejahtera.

Lebih jauh Kadis Bambang Saputro menyatakan, perolehan PAD dari penambangan batu kapur Puger lebih meningkat lagi karena itu setiap penambang di sana harus ada perjanjian kerja sama dengan Pemkab Jember, untuk menambahkan perolehan PAD melalui sewa menyewanya .
Sehubungan dengan hal tersebut pihaknya akan mensosialisasikan hal itu kepada seluruh penambang Gunung Sadeng.

Program progresif Pemkab Jember untuk meningkatkan PAD, as adalah mengoptimalisasi lahan milik Pemkab. Seperti lahan batu kapur di Gunung Sadeng. Lewat sewa lahan, pajak maupun bagi hasil pengelolaan gamping.

Target peningkatan PAD tersebut diharapkan bisa terpenuhi. Seiring dengan keseriusan Disperindag melakukan sosialisasi sekaligus.menerapkan programnya secara konsisten. Apalagi jelas lahan Gunung Sadeng adalah lahan aset Pemkab Jember.

“Aset Pemkab Jember ini ada sekitar 200 hektar dan ada 19 perusahaan tambang di Gunung Sadeng. Dari 19 perusahan tersebut yang tercatat aktif melakukan penambangan sekitar 7 sampai 9 perusahaan yang membayar pajak setiap bulan,” tutur Bambang Saputro.

Para pengusaha penambang batu gamping itu akan diundang satu-satu sambil dan memeriksa berkas perizinannya. Kalau sudah lengkap, akan ditanya ulang komitmen usahanya. Karena ini berhubungan dengan sewa lahan aset pemerintah. // ADV /// Ghani.

Kepala Disperindag Jember, Bambang Saputro
Headline