Edukasi dan Penerapan Pola Hidup Sehat Menjamu dengan Memanfaatkan Tanaman Obat pada Posyandu Melati Kelurahan Nangkaan Bondowoso

Edukasi dan Penerapan Pola Hidup Sehat Menjamu dengan Memanfaatkan Tanaman Obat pada Posyandu Melati Kelurahan Nangkaan Bondowoso

Oleh: Nicola Fathurozi

Pandemi Covid-19 merupakan wabah besar yang memaksa seluruh rakyat Indonesia untuk menjadi manusia yang mampu mandiri dalam menghadapi segala persoalan yang timbul akibat adanya wabah tersebut. Kekuatan gotong royong dari seluruh rakyat indonesia lah yang mampu untuk melawan hal tersebut karena jika semuanya bekerja sama akan terasa lebih mudah dalam melewati masa-masa sulit yang terus berlanjut hingga tahun 2021 ini. Kelurahan Nangkaan merupakan salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, dan Provinsi Jawa Timur. Secara geografi Kelurahan Nangkaan memiliki luas wilayah 122,22 Ha. Wilayah Kelurahan Nangkaan terdiri dari 6 RW dan 23 RT. Demografi jumlah penduduk di Kelurahan Nangkaan tahun 2021 menurut data profil Kelurahan Nangkaan adalah laki-laki 3.009 jiwa dan perempuan 2.904 jiwa tersebar di 23 RT yang jumlah keseluruhan yaitu 5.913 jiwa.

Kali ini saya berkesempatan mengikuti kegiatan KKN dengan progrram Pemberdayaan BUMDES/Jaring Pengaman Desa Penanganan Covid-19. Kelurahan Nangkaan memiliki beberapa organisasi yang bergerak untuk menjangkau segala kebutuhan warganya. Salah satunya adalah Posyandu Melati yang terletak di RW001 Kelurahan Nangkaan. Dimasa pandemi covid-19 ini banyak kegiatan dari posyandu ditiadakan karena fokus kelurahan ialah melakukan pencegahan persebaran virus covid-19. Dalam upaya pencegahan penyebaran virus, Posyandu menerapkan beberapa inovasi termasuk dalam hal menjaga sistem imunitas tubuh masing-masing anggota dan keluarga.

Akan tetapi akibat diberlakukannya PPKM oleh Pemerintah bukan hanya dampak kegiatan Posyandu yang ditiadakan bahkan informasi tentang pencegahan ataupun upaya pencegahan yang dapat dilakukan dari dalam pun tidak didapatkan oleh para kader dan anggota Posyandu. Adapun upaya pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Ponkeskel Nangkaan ialah membagikan vitamin kepada para anggota dan kader Posyandu. Namun upaya tersebut terkesan lambat dan para anggota posyandu seakan tidak menghiraukan anjuran tersebut, maka dari permasalah tersebut perlu adanya program edukasi pencegahan dari dalam yang bisa dilakukan anggota dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia di lingkungan sekitar Kelurahan Nangkaan.

Menelisik permasalahan tersebut langkah yang saya ambil dalam kegiatan KKN ini ialah pemberdayaan dan edukasi pemanfaatan tanaman obat yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, jadi bukan untuk mengganti peran obat akan tetapi masyarakat terutama anggota Posyandu mampu untuk memiliki inisiatif melakukan pencegahan dari dalam untuk mengurangi potensi terjangkit virus dan senantiasa menjaga kesehatan keluarga.

Secara teknis kegiatan tersebut bisa dilakukan dengan metode door to door di lingkungan RW001 atau perwakilan kader Posyandu Melati, mengingat perkumpulan massa yang banyak tidak diperbolehkan dan dapat mempercepat penyebaran virusnya. Metode tersebut dapat berjalan baik karena didukung dengan penyebaran catalog tanaman obat yang ada di wilayah sekitar dan video animasi cara pemanfaatan tanaman obat serta pembuatannya bisa langsung di praktekkan kala itu juga sembari belajar bersama dalam upaya pencegahan dari dalam melawan Covid-19 yang berfungsi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat pada kader dan anggota Posyandu Melati dimasa Pandemi ini.(*)

* Penulis adalah mahasiswa peserta KKN BTV 3 UNEJ Kelompok 16 dg DPL: drg. Agustin Wulan Sucim.

Opini