Ex Officyo 4 Carik Ganti  “Kades Narkoba”

Ex Officyo 4 Carik Ganti “Kades Narkoba”

JEMBER – jareku.id Empat oknum Kepala Desa yg tersandung narkoba secara otomatis (ex Officyo) akan diganti Carik atau sekretaris masing2 desa bersangkutan. Demikian penegasan Bupati Hendy melalui Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemkab Jember, Adi Wijaya.

“Saat ini kami sudah menunjukan PLH untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut. Secara ex Officyo atau secara regulasi pak Carik atau sekretaris desa mengganti kedudukan yang kosong,” tutur Adi Wijaya pada jurmalist, kemarin.

Nasib 4 orang Kades di Jember tersebut, yakni H.M. Mukib (MM) Kades Wonojati Kec. Jenggawah, Moh. Alwi (MA) Kades Tempurejo Kec.Tempurejo, Sugianto (S) Kades Tamansari Kec.Wuluhan dan Heri Hariyanto (HH) Kades Glundengan Kec Wuluhan, yang tersandung kasus narkoba, kemungkinan sudah tamat alias berakhir, meskipun ke empatnya merupakan sebagai pengguna dan bukan pengedar.

Oleh kepolisian 4 Kades itu dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 dan pasal 132 ayat 1 huruf a junto UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 15 th dan minimal 4 th penjara.

Jika mengacu pada UU tersebut, maka jabatan sebagai Kades masih dipegang setelah bebas dari penjara. Karena dalam Permendagri nomor 82 tahun 2015 pasal 9 poin (c), jabatan kepala desa bisa diberhentikan sementara, jika kepala desa dinyatakan sebagai terdakwa yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun berdasarkan register perkara pengadilan.

Namun jika mengacu pada Permendagri nomor 82 tahun 2015 pada pasal 8, pada ayat (2) hufur b, kepala desa bisa diberhentikan jika tidak dapat melaksanakan tugas atau berhalangan tetap berturut-turut selama 6 bulan.

Mengacu pada UU dan peraturan tersebut, terlebih ke 4 Kades rata-rata sudah menjabat selama 2 tahun, maka hampir dipastikan jabatannya sudah berakhir, karena masa jabatannya saat ini 5 tahun.

Menanggapi hal ini, Plt. Kepala DPMD Jember Adi Wijaya mengatakan, agar pemerintahan desa tidak mandeg dan tetap memberikan layanan kepada masyarakat, pihak Dispemasdes menunjuk Plh untuk mengisi kekosongan jabatan kades.

Sedangkan mengenai kelanjutan kedepannya, saat ini pihak DPMD masih menunggu pelimpahan secara administrasi dari pihak berwenang.

Sebagaimana viral diketahui, 4 oknum Kades itu, Rabu (10 Juni 2021) dItangkap Ditreskoba Polda Jatim di rumah masing-masing, namun karena barang bukti yang didapatkan berupa 3 paket sabu dengan berat tidak lebih dari 10 gram alias hanya 5 gram, maka Sabtu (12 Juni 2021) dilimpahkan ke Polres Jember.

“Kasus terungkapnya 4 kepala desa yang telah menyalahgunakan pemakaian narkoba kami limpahkan ke Polres Jember, hal ini karena keempat pelaku warga Jember, serta barang bukti tidak lebih dari 10 gram,” ujar Kompol Kharisudin SH Kanit 1 Subdit Ditreskoba Polda Jatim Sabtu (12/6/2021) saat menggelar conferensi pers di Mapolres Jember dengan didampingi Kasubbaghumas Polres Jember Iptu Yudiantoro SH dan KBO Satreskoba Ipda Edy Santoso.

Kharis menjelaskan, ke empat pelaku selama ini sebagai pengguna dan terungkap berdasarkan laporan warga ke pihak kepolisian. “Jadi ada dua laporan dari masyarakat yang masuk ke kami, sehingga kami tindak lanjuti untuk melakukan penangkapan,” ujar Kompol Kharis.

Dari ke empat Kepala Desa, pertama yang diamankan adalah MM Kades Wonojati, dari MM polisi berhasil mengamankan 2 poket sabu-sabu, kemudian penangkapan dilanjutkan ke MA Kades Tempurejo, dari MA polisi berhasil mengamankan 1 poket sabu-sabu.

“Kemudian kami kembangkan lagi, dari MA disebutkan jika selama ini juga memakai bersama S Kades Tamansari, dan dari pelaku S ini ternyata juga menyebut nama HH Kades Glundengan,” ujar Kompol Kharisudin. SH.

Penangkapan empat Kades ini sendiri dilakukan selama dua hari, mulai dari Rabu hingga Kamis dan ditangkap di rumah masing-masing pelaku.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan adalah 2,77 gram dari pelaku MA dan 1,76 gram dari pelaku MM./// Ghani, Fabby

Headline