Gubernur Khofifah Ikut Kegiatan Bersih-bersih Laut di Pelabuhan Puger

Gubernur Khofifah Ikut Kegiatan Bersih-bersih Laut di Pelabuhan Puger

Harian Jember – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa berkunjung ke Jember pada Jumat, 5 November 2021 kemarin untuk memeriahkan acara bersih-bersih laut di Pelabuhan Puger, Jember yang bertajuk Beach Clean Up.

Kegiatan ini menggunakan skema cash for work yang merupakan kegiatan padat karya dengan memberikan upah langsung tunai kepada orang yang terlibat.

Pada kegiatan ini, orang terlibat yang dimaksud ialah masyarakat pesisir pantai Puger.

Gubernur Khofifah juga menyinnggung bahwa Indonesia menjadi sorotoan dunia karena dinilai mampu memperhatikan kebersihan laut.

Baca Juga: Jember Tetap PPKM Level III Bukan Karena Kasus Meningkat, Lantas Apa Penyebabnya?

“Indonesia mendapat apresiasi tinggi atas perluasan lahan mangrove, dan dalam forum lingkungan dunia itu Indonesia untuk memperhatikan kebersihan laut juga, d Jareku.id dari Harian Jember.

Dalam acara tersebut, di sela-sela pidatonya Gubernur Khofifah mengatakan berjanji memberikan suntikan dana kepada Pemkab Jember untuk meningkatkan infrastruktur kelautan.

Ia berharap bahwa ada peningkatan infrastruktur seperti deck kapal, penambahan water brick, serta sedimentasi. Dengan begitu, nelayan di Puger akan lebih sejahtera karena aktivitasnya dimudahkan.

Baca Juga: Jember Tetap PPKM Level III Bukan Karena Kasus Meningkat, Lantas Apa Penyebabnya?

“Sektor pertanian dan perikanan bertumbuh positif selama pandemi ini, ternyata sejalan dengan apa yang diajukan pak bupati, dengan ini pemprov akan support dalam bentuk keuangan untuk tambahan infrastruktur bidang kelautan ini, bu Kadiskanla Jatim silakan berkoordinasi teknis dengan tim teknis pak Bupati Jember,” sambungnya.

Selain aksi bersih-bersih laut di Puger, kegiatan ini juga berlangsung vaksinasi gratis untuk warga pesisir Jember.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa capaian vaksinasi Provinsi Jawa Timur mencapai 60 persen dan terus akan ditingkatkan.

Jember sendiri masih dalam PPKM Level III. Hal ini bukan karena kasus yang meningkat namun capaian vaksin yang masih belum terpenuhi. ***

Headline