Jember Segera Miliki Perda Sampah Agar Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan

Jember Segera Miliki Perda Sampah Agar Warga Tidak Buang Sampah Sembarangan

jareku.id: Tahun 2021 ini Peraturan Daerah (Perda) Sampah akan dibuat dan segera diberlakukan. Regulasi formal itu untuk mengantisipasi 500 ton sampah “produksi” masyarakat se Kabupaten Jember.

Bupati Ir.H.Hendy Siswanto menyampaikan hal itu dalam acara “Hari Kebersihan Sedunia” di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Pakusari, Sabtu (18 September 2021). “Selain Perda Sampah juga akan kita kembangkan Bank Sampah di 248 desa,” katanya.

Menurut Bupati, di Jember sebenarnya sudah ada puluhan Bank Sampah yang digerakkan secara swadaya oleh masyarakat dan relawan. Cuma tidak banyak diketahui pemerintah. Keterlibatan para relawan juga sangat penting.

Menangani persoalan kebersihan dan sampah tak ubahnya seperti menangani virus Corona. Sama-sama merupakan tanggung jawab bersama. Antara pemerintah Dan masyarakat. “Bukankah kebersihan itu sebagian dari Iman,” tuturnya.

Bupati Haji Hendy juga mengekpresikan antusiasmenya pada acara ini. Karena pelaksana kegiatan ternyata didukung oleh lebih 180 kelompok relawan peduli kebersihan.

Dalam laporannya pada Bupati Jember panitia menyebutkan bahwa Acara Internasional World Clean up Day atau Hari Kebersihan Sedunia ini merupakan terbesar se-Jawa Timur. Tidak menutup kemungkinan terbesar se-Indonesia.

Sekarang ini terdapat sekitar 500 ton per hari sampah. Jika tidak ditangani serius akan membuat Kabupaten Jember kian kumuh. Dua buah sungai yang membelah Jember akan semakin kotor.

“Nantinya jika rancangan Perda Sampah sudah disetujui DPRD, akan menjadi landasan hukum bagi kita semua untuk bertindak bagaimana mengatur sampah,” ujar Haji Hendy.

“Setiap nyawa yang hidup pasti menghasilkan sampah oleh karenanya semua wajib bertanggung jawab atas sampah,” tambah bupati.

Sementara itu Ketua Panitia di TPA Sampah Pakusari Jember, Tarmudji mengatakan,
Kabupaten yang berpenduduk 2,5 juta jiwa ini adalah penyumbang relawan terbanyak se Jatim.

Disebutkan berbagai komunitas pecinta lingkungan dan kebersihan seperti Save Earth, Sobung Sarka, Yalidi, MTA dan lainnya. Total ada 180 lebih komunitas dengan jumlah relawan mencapai 6.325 orang.

“Kami harap Bupati mewadahi kami untuk Jember. Wis Wayahe Jember Bersih Bebas Sampah,” tantang Tarmudji menutup laporannya.

Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun hadir bersama pejabat Pemkab lainnya. Serta perwakilan Forkompinda Jember, Batalyon 509, Brigif dan juga terdapat pula para wisatawan lokal. Termasuk para goweser. /// Ghani, Fabby.

Headline