KALI INI PRAKIRA BMKG MELESET, SEMALAM CUMA GERIMIS, 7 KECAMATAN AMAN DARI ANCAMAN HUJAN LEBAT DAN BANJIR

KALI INI PRAKIRA BMKG MELESET, SEMALAM CUMA GERIMIS, 7 KECAMATAN AMAN DARI ANCAMAN HUJAN LEBAT DAN BANJIR

jareku.id

RAMALAN cuaca kali ini meleset. Semalam mulai pukul 17.00 hingga Selasa dinihari tadi (Selasa, 16 November 2021) 7 wilayah kecamatan di kawasan Jember barat aman2 saja. Nihil hujan lebat sebagaimana diperikarakan BMKG melalui BPBD Jember.

“Cuaca cerah…ancaman hujan lebat dan banjir hoax. Saya tedung nyaman,” kata Indra GM, warga yang tinggal berdekatan dg Sungai Patemon Kec. Tanggul. Demikian pula keluarga pensiunan, Nunin Abdul Hamid di Batuurip Kec. Sumberbaru: “Iya mas bener gak ada hujan, cuma gerimis”.

Abah Ali, Ketua PRM Panti mengakui hal serupa; tidak ada hujan lebat. Hanya rintik rintik. Banyak warga berucap sukur karena ancaman bencana hidrometeorologi atau hujan lebat itu tidak terjadi semalam. Tetapi mereka akan tetap waspada. Sambil bergurau: “ramalannya carpak lerkeleran”.

Sementara Mahmud Rizal, Kepala
Bidang Pencegahan dan Kesiapaiagaan BPBD Jember yg dikonfirmasi berulangkali lewat ponsel, belum direspon.

Sebelumnya Mahmud Rizal yg juga Konsultan Kebencanaan “JEMBER SAE” Polres menginformasikan bahwa 7 wilayah Kecamatan di Jember (Sumberbaru, Tanggul, Bangsalsari, Panti, Mangli, Patrang dan Sukorambi) diprediksi BMKG akan mengalami curah hujan lebat. Hingga berstatus AWAS.

“Hari ini ada update informasi bahwa 5 Kecamatan berada pada status awas, utamanya masyarakat yang berada pada bibir sungai. ” papar Mahmud Rizal pada forum rapat zoom.

Menurutnya upaya yang harus dilakukan adalah evakuasi terhadap masyarakat. Upaya ini merupakan antisipasi terjadinya luapan dan meminimalisir adanya korban.

Menyikapi hal tersebut AKBP Arif Rachman Arifin, SIK., MH. Kapolres Jember memerintahkan AKP. Eko Basuki TA, Kasat Samapta Polres Jember untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan menerjunkan pasukannya dalam upaya evakuasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

“Sesuai intruksi Kapolres terkait perkembangan status awas di 5 kecamatan tersebut, kami akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk bersinergi mengantisipasi terjadinya banjir,” katanya.

Menurut release humas Polres, Eko mengatakan upaya preventif akan dilakukan patroli siaga dan sosialisasi kepada masyarakat yang berada di 5 kecamatan tersebut agar tidak melakukan aktifitas di sungai.

“Kami menghimbau kepada masyarakat utamanya yang berada di daerah bibir sungai, untuk sementara waktu bisa mengungusi ke tempat aman dan jangan melakukan kegiatan-kegiatan di sungai, kami khawatir air datang tiba-tiba. Jangan lupa juga untuk menyiapkan surat-surat penting dalam satu tas agar mudah diselamatkan sewaktu-waktu,” tegasnya.

Dirinya juga berharap agar masyarakat ikut berperan aktif dalam menginformasikan kepada pihak-pihak terkait untuk mempermudah pemetaan daerah yang menjadi skala prioritas.
/// Ghani

Headline