Kunjungan Mensos Rismaharini di Lumajang dan Jember, Menguak ‘Kebusukan’

Kunjungan Mensos Rismaharini di Lumajang dan Jember, Menguak ‘Kebusukan’

JEMBER – jareku.id:

Kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini di Lumajang dan Jember cukup “menghentak” kesabaran warga. Sejak beberapa hari lalu (Sabtu dan Minggu) Mensos yg kondang galak pada aparat yang tak bener itu mendapat pengaduan tentang ketidakberesan petugas penyalur bantuan.

“Dalam situasi pandemi seperti ini kok masih ada petugas penyalur bantuan sosial yang gak bener, baik di Jember maupun Lumajang. Ini harus ditindaklanjuti agar semua program sosial berjalan semestinya,” kata beberapa tokoh masyarakat yg juga netizen, pemerhati birokrasi, Senin (30 Agustus 2021).

Di Jember Mensos Risma mendapati banyak bansos yang belum tersalurkan hingga petugas “disemprot” agar segera hari itu juga rampung.

Mensos yang mantan Walikota Surabaya ini menyerahkan bantuan berupa tabungan untuk para anak yatim dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19.

Bantuan diberikan secara simbolis kepada lima anak yatim bertempat di kantor Camat Rambipuji. “Kalian tidak sendiri, ibu bersama kalian,” kata Mensos Risma.

Tri Rismaharini mempersiapkan anggaran sebesar Rp. 24 miliar untuk menyantuni para anak yatim karena orangtuanya meninggal akibat Covid-19. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk dibagikan kepada 10 ribu anak yatim maupun yatim piatu.

“Program ini banyaknya laporan yang masuk ke Kemensos, terkait nasib anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya yang meninggal karena Covid-19,” jelas Risma.

Lebih lanjut Risma menegaskan bahwa program ini di luar PKH, sehingga pihaknya memerlukan datanya dari pemerintah daerah.

“Pak Bupati tolong data anak-anak yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19, datanya harus masuk akhir bulan ini,” kata Mensos Risma kepada Bupati Hendy.

Sementara di Lumajang saat kunjungan ke Desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Mensos Dr.(H.C) Ir. Tri Rismaharini mendapat pengaduan bahwa ada dugaan pemotongan dana bantuan sosial. Baik yg PKH, BPNT/BST dll.

Info pemotongan rada canggih. Melalui e-warung dengan minta code PIN ATM penerima bansos. Kemudian saat transaksi itulah nilainya dipotong semaunya.

Kasus ini juga sudah diketahui Bupati Lumajang Thoriqul Haq, tapi pemilik e-warung berdalih disuruh pendamping dengan dalih “njelimet”. Akhirnya Menteri Sosial RI berharap kasus ini harus dilakukan penyelidikan. Jika ditemukan pelanggaran serius harus diangkat di peradilan. /// Ghani .

Headline