MODEL.PENGOLAHAN SAMPAH JIMBARAN BALI MAU DIADOPSI UNTUK TPA PAKUSARI

MODEL.PENGOLAHAN SAMPAH JIMBARAN BALI MAU DIADOPSI UNTUK TPA PAKUSARI

jareku.id

PERMASALAHAN sampah kerap bikin resah. Itulah yang dihayati Bupati Jember, Haji Hendy Siswanto. Problem sampah di daerah yang dipimpinnya harus maksimal ditangani.

“Soal persampahan Pak Bupati sangat serius. Sampeyan lihat sendiri saat acara Hari Bersih Sedunia di TPA Pakusari, beliau sangat bersemangat dan mendukung gerakan bersih-beesih lingkungan,” kata sumber pada Dinas Kebersihan Lingkunga Hidup (DKLH), Selasa (30 November 2021).

Seperti dikabarka jemberkab.go.id Bupati Hendy Siswanto bersama sejumlah pejabat OPD melakukan studi tour ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Minggu pagi (28/11).

Bupati Jember serius mau adopsi teknologi pengolahan sampah Jimbaran Bali.

Dalam kungan itu Bupati Hendy sengaja menyempatkan melihat proses pengolahan sampah di TPST Samtaku Jimbaran. Mengamati dan mempelajari secara detil. Dengan harapan teknologi pengolahan sampah bisa diadopsi dan diterapkan di TPA Pakusari.

Lokasi TPST luasnya 5000 m2 tiap hari mengolah sampah 120ton. Dengan model Zero Waste to Landfill atau metode pengolahan sampah yang dimanfaatkan seluruhnya, sehingga tidak ada residu yang akan diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sampah organik dan non organik terpilah kemudian diolah jadi material daur materi dan energi yang bermanfaat. Mulai dari kompos hingga bahan pengganti batu bara.

Pasca tuntas mengamati Bupati Hendy mengatakan persoalan sampah di mana pun tempatnya, akan menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah.

“Harus ada kesadaran berbasis wawasan lingkungan. TPST Samtaku Jimbaran memberi kami pelajaran penting adanya kolaborasi dari sektor private, pemerintah dan masyarakat secara langsung untuk menangani isu sampah,” ungkapnya.

Ke depan, Bupati Hendy akan menyiapkan solusi yang sama untuk persoalan sampah di Kabupaten Jember. Ia cukup prihatin salah satu penyebab banjir selain curah hujan, adalah sampah-sampah dan limbah yang menumpuk di sungai.

“Ayo kita ubah sudut pandang kita dalam melihat sampah, dari yang menjijikan menjadi menjanjikan. Artinya, jika diolah dengan benar sampah juga bermanfaat secara ekonomis,” katanya menambahkan.

Pemkab Jember sudah menyiapkan Raperda khusus untuk menangani sampah. /// Ghani

Uncategorized