MODERASI BERAGAMA Masyarakat  Jember Tercermin Lewat Kemah Kebangsaan

MODERASI BERAGAMA Masyarakat Jember Tercermin Lewat Kemah Kebangsaan

jareku.id

Cermin moderasi beragama masyarakat Jember terlihat dari kemah kebangsaan lintas agama Kemah Kebangsaan Lintas Agama di Ponpes IBU (Islam Bustanul Ulum), Sabtu (6 November 2021).

Kemah kebinekaan ini membuat Bupati H. Hendy Siswanto merasa senang dan simpati. Ternyata masyarakat Jember punya sikap prilaku toleransi dalam pergaulan anatar beragama.

“Sikap toleransi ini harus terus dipupuk terutama di kalangan generasi muda.”

Bupati Jember, H. Hendy Siswanto, berharap kemah kebangsaan lintas agama, bisa mewujudkan nilai-nilai toleransi dalam negara kesatuan Republik Indonesia, yang berbhineka tunggal Ika,” tuturnya.

Baca Juga : Wajib Mulai 2022, Berikut Cara Urus KK dan Akta Kelahiran Lewat Bidan di Jember

NKRI punya aset ratusan suku serta agama dan aliran kepercayaan, yang berbeda-beda, sehingga bisa hidup rukun berdampingan. Berinteraksi sosial dengan baik dan indah.

Bupati Hendy dalam acara Kemah kebangsaan di Ponpes iBU Desa Pakusari Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember, itu berharap semua warga untuk senantiasa memupuk moderasi beragama. Mereka adalah saudar sebangsa dan setanah air yg memiliki hak yang samam. Tidak ada alasan untuk fanatis dan kaku dalam pergaulan sehari hari.

Diketahui acara ini digelar tokoh lintas agama di kabupaten Jember, diikuti 50 pemuda lintas agama, selama 2 hari (Sabtu – Ahad 6-7 November 2021). Juga gelar kemah tersebut mengapresiasi peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah pemuda.

“Setelah kegiatan kemah kebangsaan lintas agama ini, mari wujudkan suatu yang hebat di kabupaten Jember, yakni kebersamaan, kegotongroyongan dan saling membantu, juga saling bertoleransi,” harap Bupati Hendy dikutip Kantor Berita RMOL.

Baca Juga : Gubernur Khofifah Kunjungi Jember, Janji Suntik Dana untuk Infrastruktur Kelautan Puger

Menurut Bupati Hendy, pandemi Covid-19, tak hanya mengancam jiwa manusia, tapi juga memporak-porandakan tatanan kehidupan, termasuk di bidang pendidikan.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, ada yang hilang di dunia pendidikan, yakni bertemunya Guru dan siswa. “Terjadi lost generation,” katanya dihadapan hadirin 5 tokoh agama di halaman Ponpes IBU.

Dia tegaskan, pendidikan tidak berjalan normal, lebih banyak lewat daring dan tidak ada interaksi sosial sehingga mematikan empati dan rasa kebersamaan dalam bertumbuh. Ia kuatir bila pandemi Covid-19 tidak segera usai maka ciri khas bangsa Indonesia akan bergeser ke arah individual.

“Anak-anak sekarang lebih fokus pada gadget daripada keadaan sekitarnya. Kakeknya lewat tidak diperhatikan,” katanya disambut tawa hadirin.

Sementara itu Pengasuh Ponpes IBU, KH. Muhammad Hafidzi Kholis, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan terima kasih terhadap Bupati Jember Hendy Siswanto, yang hadir dalam kesempatan tersebut, termasuk juga terhadap tokoh lintas agama, yang mendukung kegiatan ini.

Baca Juga : Jember Tetap PPKM Level III Bukan Karena Kasus Meningkat, Lantas Apa Penyebabnya?

“Terlaksananya kegiatan kemah kebangsaan lintas agama ini, karena adanya keinginan yang sama, yakni kebersamaan dan kekompakan tokoh lintas agama, untuk mewujudkan nilai-nilai toleransi,” kata Legislator PKB, yang juga ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jember ini.

Kekompakan dan kebersamaan, lanjut dia adalah modal utama untuk membangun Jember, yang lebih sejahtera.

Sedangkan ketua Forum komunikasi lintas agama dan tokoh masyarakat menjelaskan pelaksanaan kegiatan ini, untuk memperingati Hari santri Nasional tahun 2021, sekaligus Hari Sumpah pemuda.

Menurutnya, para tokoh lintas agama, ingin menularkan hidup bersama dalam perbedaan, kepada generasi muda.

“Apa artinya jika yang hidup rukun, hanya generasi tua, tapi yang muda-muda, masih belum,” katanya.

Melalui peringatan hari santri, yang waktunya berdekatan dengan hari sumpah pemuda ini, menjadi momentum para generasi muda, untuk memulai menyadari pentingnya hidup bersama dalam perbedaan./// Ghani

Headline