“Nemor”, Puger Masih Sepi Ikan

“Nemor”, Puger Masih Sepi Ikan

JEMBER – jareku.id: Sentra kegiatan nelayan Puger, sepi. Ribuan perahu nelayan hanya parkir di dermaga sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Sebagian perahu lainnya sandar di muara Sungai Besini dan Bedadung.

Sejumlah nelayan yang ditemui mengeluh tentang sepinya ikan tangkapan nelayan. Ditambah lagi sekarang sering terjadi cuaca buruk. “Perahu sedulur saya terbalik di pelawangan. Syukur orang2nya selamat semua,” kata seorang ibu sambil menuding perahu warna merah kotak2 yg rusak. Memberi tahu pada dua anaknya yg masih bocah.

Abdul Azis, nelayan gaek setempat mengakui, sepinya ikan. Karena memang belum musimnya. Angin kencang, rusak tak beraturan yang biasa disebut *”nemor”* inilah salah satu faktor penyebab nelayan enggan melaut. Selain ikan sepi. Diperkirakan ada “migrasi” ikan ikan ke lokasi perairan lain. Diluar jangkauan nelayan Puger.

Nelayan Puger sudah terbiasa melaut cari ikan tangkapan hingga ke perairan Sendangbiru Malang, Perigi Trenggalek. Atau arah sebaliknya. Yaitu _melipir_ ke perairan Watu Ulo, Bandealit, Pulau Merah Banyuwangi terus ke pantai utara Situbondo sampai pada kawasan Madura.

“Angin nemor begini ya gak berani melaut. Saya sendiri gak berani. Ya jadi tukang parkir depan TPI. Kadang melaut tapi tidak cari ikan. Ngantar orang rekreasi ke bukit Kucur. Lumayan kadang satu perahu 30 orang. Satu orang lima belas ribu,” ujar Pak Azis.

Salah satu pengurus HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Puger Jember, Muhammad, mengatakan nelayan sudah paham betul pada situasi cuaca yang tak bersahabat terhadap nelayan pantai selatan umumnya. Mereka milih istirahat dulu daripada melaut ikan tangkapan masih sepi.

Selain itu badai, ombak, angin kencang di tengah laut yang ekstreem patut dihindari. “Bagi nelayan Puger hal seperti itu biasa dihadapi, mesko dengan sikap ekstra hati hati,” kata Cak Mad, panggilan akrab tokoh nelayan Puger ini.

“Iya betul..angin barat atau kata orang Madura *nemor* maka jarang nelayan pergi melaut. Bukan takut cuaca buruk. Melainkan ikan yang dicari tidak ada,” timpal Edy Suyoko (47), mantan Kades Puger Wetan, Sabtu (23/1/2021).

Kegiatan ekonomi masyarakat nelayan Puger semakin lesu. Edy yang paham betul karakter nelayan kelesuan ekonomi wong cilik seperti ini pasti memanfaatkan lembaga keuangan yang ada. Baik pribadi, swasta maupun lembaga koperasi simpan pinjam. Minimal bisa dilihat pegadean setempat full nasabah nelayan Puger. ( Fabby ND, S.A.Ghani)

Headline