PAGI CERIA, BENCANA HIDROLOGI HUTAN ARGOPURO JEDA SEMENTARA

PAGI CERIA, BENCANA HIDROLOGI HUTAN ARGOPURO JEDA SEMENTARA

jareku.id

AHAD PAGI detik ini cukup ceria. Alun alun kota Jember tak terusik hujan rerintik. Tetap dinamik. Jadi pusat kegiatan rekreasi keluarga. Joging. Olahraga. Serta leha-leha.

Hujan hari ini memang jeda, Minggu (14 November 2021). Tidak seperti sebelumnya, 3-5 hari hujan turun deras hingga rintik rintik sepanjang hari dan malam. Kondisi lingkungan alami hutan pegunungan Argopuro seperti tak mau henti “menangis”.

Maka tak terbendunglah banjir yg dipicu dari hutan Argopuro dengan puncaknya bernama Gunung Rengganis itu. Enam anak sungai yang mengalirkan hujan tangis Rengganis tak mampu mengalirkan. Hingga akhirnya meluber dan menggenani kawasan hilir. Desa Pondok Joyo Kec. Semboro dan Desa/Kec.Kencong terdampak genangan.

Baca Juga : Gacoan Kotabaru Jogja Diamuk Ratusan Ojol, Diduga Driver Dikeroyok Pegawai

Kondisi banjir dan genangan ini serius mengancam karena di lokasi tertentu tangkis Sungai Tanggul dikhawatirkan jebol. Bupati Jember Hendy Siswanto yang datang ke loakasi genangan banjir, menyatakan keprihatinan.

Situasi tangkis yang sangat tidak layak dan akan segera dikordinasikan ke Dinas Pengairan Pemprov Jatim agar mendapat anggaran dari APBN/APBD Jatim. Selain itu Bupati Hendy melihat banyak lahan bantaran sepanjang Sungai Tanggul yang dieksploitasi. Untuk kepentingan pribadi. Tanaman tanaman ini yg bikin gembur sekaligus jadi kontribusi proses pedangkalan sungai. Hingga sungai tak mampu menampung dan mengalirkan ke hilir.

Intensitas derasnya hujan mengguyur Jember barat serta kian sempitnya tanah resapan di bagian hulu hutan Argopuro menjadikan debit air meningkat. Lalu meluap ke pemukiman warga sekitar. Terdampak.

Ratusan rumah warga dan lahan pertanian di Kecamatan Tanggul, Sumberbaru, Semboro, terendam.

Sungai Tanggul yang membludak itu merupakan tumpuan dari 6 anak sungai (Sungai Leprak, Patemon, Darungan, Batu Urip, Sukokulon, dan Sungai Rowotapen) tak mampu mengalirkan volume air hujan yang ruah melimpah.

“Berbagai stakeholder kita ajak untuk menanam kembali di lereng Argopuro yang hutannya sudah beralihfungsi menjadi lahan perkebunan,” jelas Wabup Jember, MB Firjaun Barlaman alias Gus Firjaun pada wartawan di Kantor DPD NasDem Jember, usai mengunjungi lokasi banjir, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga : Awas Adzab Istidraj, Rezeki Berlimpah Meski Jarang Ibadah Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Terjadinya kerusakan hutan ini, lanjut wabup, akibat dari ketidaksadaran oknum terhadap keberadaan dan fungsi hutan. Ini terlihat dari terjadinya pembiaran penggundulan hutan, yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Kami berharap kepada semua pihak, terutama di perhutani, untuk menjaga kelestarian hutan ini dengan tidak mengalihfungsikan,”

Seruan itu disampaikan wabup, mengingat banyaknya lahan hutan yang belakangan telah dialihfungsikan. Yang semula hutan, sekarang berubah menjadi lahan perkebunan kopi.

“Ada juga yang tebu dan sebagainya. Makanya perlu ada penataan. Mudah-mudahan ini bisa segera kita awali dengan penanaman pohon-pohon yang berbatang keras, agar ada serapan air, dan bisa menahan longsor,” ujarnya.

Dikatakan, penanaman kembali (reboisasi) hutan, merupakan keharusan yang mesti dilakukan, sekalipun itu butuh waktu yang relatif lama untuk melihat hasilnya. Bisa sepuluh sampai lima belas tahun

Namun demi kepentingan generasi mendatang, penanaman pohon ini harus sudah diawali sejak sekarang. “Sehingga generasi mendatang tidak mengalami seperti yang kita alami saat ini,” ungkap wabup.

Untuk diketahui, banjir yang terjadi di banyak titik, utamanya di kawasan barat Kabupaten Jember ini, telah menggenangi ratusan hektar lahan pertanian dan pemukiman penduduk. Berdasarkan data yang ada, banjir terjadi di 11 titik yang berada di tiga kecamatan, Semboro, Sumberbaru, Tanggul. /// Ghani

Banjir di Pondokjoyo Kec. Semboro
Headline