Pandemi Covid-19, Jadikan Tugas Pendamping Desa Laksana Kejar Tayang

JEMBER, BP – Sejumlah pendamping desa di Kabupaten Jember saat ini sedang kejar tayang. Hal itu beralasan, sebab ditahun 2020 ini, banyak sekali kegiatan yang harus difasilitasi di desa dampingannya. Oleh karenanya, padatnya kegiatan tersebut kiprah dan kinerja dari pendamping desa tingakat kecamatan maupun  desa sangat padat dan bertambah semenjak beberapa kebijakan pemerintah yang berubah karena adanya virus Corona atau yang disebut Covid19 ini.

Aktifitas yang dilakuka oleh para pejuang desa tersebut tidak jauh beda dengan pedagang pasar yang sedang kejar setoran. Mengapa tidak, belum selesainya pendampingan dalam memfasilitasi desa untuk membuat laporan pertanggung jawaban, seorang pendamping Lokal Desa (PLD), dituntut untuk finalisasi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes) untuk Kepala Desa (Kades) yang baru terpilih pada tahun lalu.

Tidak sampai disitu, PLD yang dibantu oleh Pendamping tingkat kecamatan yaitu PDP dan PDTI,  harus memfasilitasi desa dalam penggunaan aplikasi Online yang didalamnya terdapat dokumen perencanaan pembangunan (RPJMDes dan RKPDes),  dokumen pendapatan dan belanja desa (APBDes), serta Buku kas umum dan penatusahaan desa.

Muhammad Badril Umam selaku PLD menyampaikan, aktifitasnya saat ini cukup padat, sebab kegiatan yang berada di desa semakin banyak dan komplek, kegiatan tersebut beragam, mulai dari memfasilitasi desa dalam pelaporan pertanggung jawaban, inputing anggaran di aplikasi Online berupa Siskeudes produk Kemendagri dan Sipede milik Kementerian Desa langsung dan pengajuan anggaran Dana Desa tahap pertama sebesar 40%.

“Jadi kerja kita saat ini harus estafet mas, sebab percepatan penyaluran DD tahap 1 segera terealisasikan, sebab jika tidak segera terealisasi maka anggaran tersebut bisa hangus karena melebihi dari waktu yang telah ditentukan,” katanya pada, Senin (20/4/2020).

Dirinya menambahkan, belum selesai urusan pengajuan DD tahap pertama ini, muncul bencana yang bernama virus Corona, dengan munculnya virus yang dikenal dengan Covid19 ini, dirinya kelabakan dalam memfasilitasi desa karen ada perubahan anggaran yang harus dilakukan oleh desa, dia pun terus berkoordinasi dengan pemerintah desa yang didampingannya di wilayah Kecamatan Rambipuji. “Desa Dampingan saya ada 4 Desa. Pertama Curahmalang, Rowotamtu, Rambipuji dan Kaliwining,” imbuhnya.

Masih kata Umam, koordinasi tersebut dilakukan sebagai pemberian pemahaman terhadap pemerintah desa atas adanya peraturan baru, dalam peraturan tersebut berupa desa wajib melakukan pencegaha  dan penanggulangan virus Corona ini. “Ya mas, kami selaku pendampjng wajib mensosialisasikan surat edaran baru dari Kementerian, mulai dari SE no 8 tahun 2020 dan ada perubahan lagi di SE no 11 tahun 2020 tentang pencegaha virus corona, gimana gak kelabakan mas kegiatan yang kami lakukan ditengah Pandemi Covid19 yang saat ini mengharuskan physcial distancing,” ujarnya.

Diluar itu, jajaran tim pendampingg profesional Kecamatan Rambipuji juga harus sinergi dengan pihak Kecamatan untuk mengintruksikan kepada desa terkait pembentukan yang namanya relawan Covid 19. “Relawan itu dibentuk dengan susunan kepala desa sebagai ketua dan wakilnya adalah BPD, sedangka anggotanya berasal dari perangkat desa, Rt, Rw, kader, karang taruna serta masih banyak lagi yang lainnya. Dan dalam susunan relawan tersebut, kami selaku PLD juga masuk dalam jajaran tersebut sesuai dari Permnedes 6 tahun 2020,” paparnya.

Oleh karena itu, Umam mengatakan, bahwa kegiatan untuk Pendamping Desa saat ini sangat padat dengan adanya tambahan tugas, “ebab tugas dari relawan itu sendiri sangat banyak, mulai dari pendataan warga yang berasal dari zona merah, penyemprotan desinfektam terhadap lingkungan serta melakukan sosialisasi terhadap masyarakat langsung. Dan belum lagi kegitan rutin dari kaki sendiri sebagai fasilitator desa di dampingan kami sendiri,” jelasnya

Tidak lama kemudian, ternyata kegiatan tersebut tidak usai disitu saja, melainkan munculah kegiatan terbaru saat ini, yang mana kegiatan tersebut bagi kami lumayan memakan pikiran. Sebab, kami harus kembali membuat kebijakan dalam bentuk sosialisasi atas UU no 6 tahun 2020, bahwa desa diwajibkan untuk mengalokasikan anggaran DD nya sebesar 25- 35 % dari pagu DD yang telah ditetapkan ditahun 2020.

“Anggaran yang dipangkas tersebut diperuntukkan sebagai bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga miskin yang non PKH dan BPNT serta kriteria yang telah disebutkan di SE terbaru yang berjumlah 14 kriteria,” paparnya.

Dengan munculnya regulasi baru tersebut, maka sangatlah terasa bagi kami selaku PLD bahwa kegiata  diawal tahun ini bisa dikatakan seperti kejar tayang. Kejar tayang yang dimaksud harus bisa mensinergikan antara pemerintah desa dengan regulasi baru dan menyadarkan pemerintah desa akan kewajiban untuk melaksanakan peraturan dari pemerintah pusat dan harus severa terselesaikan diwaktu yang sangat singkat.

“Seperti BLT harus dimulai bulan April dan berakhir dibulan Juni. Sedangkan diwilayah Kecamatan Rambipuji sendiri DD yang cair masih satu desa yaitu Desa Rambipuji, 7 desa lainnya masih menggu pencairan, belum lagi kita harus.mempersiapkan data bagi penerima BLT dalam waktu dekat dan masib mrlakukan validasi data serta membantu warga yang akan membuka rekening Bank sebagai media penyakuran BLT yang bersumber dari DD,” pungkasnya (*)

Destinasi Wisata Headline Kampus