Penobatan Kasih Fajarini Sebagai BUNDA LITERASI, Pemkab Jember Tingkatkan Indeks Literasi Warga

Penobatan Kasih Fajarini Sebagai BUNDA LITERASI, Pemkab Jember Tingkatkan Indeks Literasi Warga

jareku.id

JUMLAH penduduk yang “gemuk” 2,5 juta kontradiksi dengan indeks literasi yang “jeblok” itulah Kabupaten Jember. Hingga faktanya termasuk daerah miskin dominan di Jatim.

Untuk mengurai persoalan tersebut diantaranya Jember menjalin kerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI untuk meningkatkan indeks literasi warga Jember, Kamis (28 Oktober 2021).

Sebagaimana diwartakan jemberkab.go.id aktifitas literasi masyarakat menjadi pendukung kuat terhadap kemajuan masyarakat Indonesia. Tentu melalui peningkatan SDM.

Menurut Drs. Deni Kurniadi, M.Hum, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Indonesia ke depan akan mengalami peningkatan demografi.”Pada rentang waktu hingga tahun 2030 nanti Indonesia diprediksi memiliki demografi usia produktif lebih besar dari usia nonproduktif. Salah satu dari tujuh agenda pembangunan yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.

Dilanjutkan bangsa yang cerdas didukung dengan pendidikan serta literasi masyarakat yang tinggi dimana keduanya merupakan nafas dari pembangunan sumber daya manusia.

“Karena itu Pemerintah terus meneguhkan komitmen untuk berinvestasi dalam pembangunan sumber daya manusia dan menempatkan pendidikan, sektor sosial budaya termasuk literasi pada posisi sentral dalam kebijakan dan pembangunan nasional,” sambungnya.

Melengkapi wacana literasi, Bupati Hendy Siswanto bersyukur acara peningkatan Indeks Literasi Masyarakat ini menjadi pemicu baginya untuk terus meningkatkan semangat masyarakat gemar membaca.
“Betapa pentingnya sebuah bahan bacaan untuk meningkatkan kualitas manusia dalam suatu bangsa,” tutur Bupati Hendy.

Dikatakan, Kabupaten Jember dianugerahi demografi yang tinggi yaitu penduduknya 2,5 juta jiwa, potensi ini harus diatur dengan baik terutama untuk literasi a atau gemar membaca. Jaman semakin maju dan persaingan semakin ketat, tentu harus diimbangi dengan kemampuan literasi yang kuat. Misalnya ibu-ibu menjalankan UMKM, bagaimana bisa meningkatkan usahanya apabila literasinya tentang usaha yang dijalaninya lemah.

Istri Bupati Jember, Kasih Fajarini Dinobatkan sebagai BUNDA LITERASI.

Dalam acara tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Drs. Deni Kurniadi, M.Hum mengukuhkan Dra. Hj. Kasih Fajarini sebagai Bunda Literasi.

Momen itu juga dihadiri secara virtual oleh Anggota DPR RI Komisi X, Muhammad Nur Purnamasidi, para pegiat literasi masyarakat, pustakawan dari beberapa daerah di Indonesia.

Deni Kurniadi juga meneken kerjasama dengan Universitas PGRI Argopuro Jember dan Universitas Islam Jember (UIJ). Gerakan lieterasi yang terus dilakukan. Meski “terancam” oleh paperless alias dunia digital./// Ghani

Headline