Percaya Atau Tidak, PILKADES BERBAU TONGKET (2)

Percaya Atau Tidak, PILKADES BERBAU TONGKET (2)

jareku.id

TONGKET adalah kependekan dari setong seket. Istilah populer sejak belasan tahun silam. Kala ada Pilkades maupun pemilihan calon legislator (wakil rakyat di dewan). Serta pada pilpres dan pilkada.

Tongket (bahasa Madura) yang maksudnya satu suara bernilai Rp 50.000. “Nilai itu sekarang gak laku. Minimal tongtos (setong satos/satu suara seratus ribu). Banyak merata rata setiap pemilihan sekarang 1 suara senilai Rp 150 rb – Rp 200 rb.

Mobil timses Cakades terpilih dibakar orang tak dikenal. Polisi selidik kasus ini.

Sikon nilai suara itu masih relatif. Bahkan ada yang berani diatas nilai tersebut. Jika salah satu calon dalam Pilkades berduit dan dikendalikan oleh kalangan penjudi. Maka situasi perpolitikan suksesi desa tambah kacau. Money politic sudah jadi hal biasa bagi “wong cilik” di desa.

Ada.lagi.istilah “dibom” atau “serangan fajar”..ini terjadi jika motor penjudi menghendaki suara berbalik pada calaon tertentu yang harus dimenangkan. Maka wong cilik tadi jadi instrumen penentu kemenangan. Para kaki tangan penjudi relatif lebih jeli dari lembaga survey “membaca” dukungan riel pada seorang masing-masing kandidat kades.

Seperti yang terjadi.di Desa Ambulu dan Desa Tegalsari, desa pecahan. Apakah dijamin Pilkades di kedua desa itu bebas dari money politic dan perjudian? Banyak warga maupun tokoh setempat mencibir ketika ditanyakan hal itu.

“Saya tidak menjamin Pilkades di kedua desa tersebut bebas dari perjudian,” tutur Indarto, guru di Aliyah Ambulu, Selasa (30 November 2021).

Yang jelas pesta demokrasi pedesaan dengan Pilkades serentak ini, lanjut Pak Indarto, cukup gayeng. Ramai. Sekaligus jadi hiburan bagi warga desa. Tapi keramaiannya sudh terpecah jadi belasan TPS. Tidak terkonsentrasi di balai desa. “Lumayan…momen Pilkades jadi penghasilan bagi para panitia dan petugas yang tambah banyak,” imbuh Indarto.

Dinamika Pilkades serentak sampai hari Selasa ini cukup membekas. Bahkan yang protes masih ada yang tidak menerima.hasil rekapitulasi suara

Bahkan di Desa Kaliglagah Kec. Sumberbaru terjadi insiden yang diduga terkait Pilkades beberapa hari lalu. Mobil tim sukses Cakades terpilih dibakar orang tak dikenal. Petugas melakukan olah TKP dan memasang policeline. Penyidik mencium indikasi kearah itu. Meski hal ini masih sekadar indikasi. Kecewa dan ketidakpuasan hasil suara terpercik secara politis. Mobil tim sukses dibakar, Senin (29 November 2021). Ini cukup menggemparka masyarakat desa.

Mobil yang dibakar jenis Isuzu Panther No Pol Nopol P 1572 ML, milik Muhamad Halil, tim sukses dari Calon Kepala Desa (Cakades) Kaliglagah terpilih.

Peristiwa ini diketahui Halil sekitar pukul 03.00. Saat itu ia terbangun karena mencium aroma bensin dan asap seperti kabel terbakar.

“Karena curiga, saya melihat keluar rumah, yang ternyata mobilnya sudah terbakar,” kata Halil, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Kobaran api tersebut berhasil dipadamkan setelah warga sekitar bangun dan kompak mematikan api, 40 menit kemudian.

Polsek Sumberbaru dan Polres Jember datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi belum menyatakan secara resmi apakah kejadian itu buntut dari Pilkades dan perjudiannya.

dan memasang Police line di sekitar TKP serta pada mobil yang terbakar, supaya TKP tidak rusak.

Namun menduga ada kaitanya, pasca Pilkades, karena ia merupakan koordinator saksi dari Cakades terpilih.

Sementara Kasatreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi mengatakan: “Kami masih menyelidiki kasus tersebut, minta keterangan saksi, terkait dugaan peristiwa kebakaran tersebut,” tambahnya.

Polisi mengamankan barang bukti serpihan mobil, kantong plastik berisi cairan, dan beberapa barang bukti lainnya. Termasuk cairan yang perlu pemeriksaan Laboratorium forensik (Labfor) Polda Jatim. /// Ghani

Uncategorized