RAPERDA KEBENCANAAN AKHIRNYA DISETUJUI, Pengesahannya Baru Tahun Depan

RAPERDA KEBENCANAAN AKHIRNYA DISETUJUI, Pengesahannya Baru Tahun Depan

jareku.id

RANCANGAN peraturan daerah (Raperda) tentang kebencanaan di Jember, akhirnya disetujui oleh Gubernur Jawa Timur. “Kini regulasi tersebut menjadi PERDA,” kata sumber di sekretariat DPRD Jember, Senin (29 November 2021).

Bencana tahunan yang kerap terjadi ini menjadi perhatian serius dari kalangan wakil rakyat dan pejabat eksekutif. Pasalnya, bencana hidrometeorolgi serta tanah longsor, gempa serta tsunami di kawasan pesisir pantai selatan, terus mengancam. Dengan Peraturan Daerah (Perda) Jember tentang kebencanaan ini akan menaungi dan mengatur. Mulai dari mitigasi hingga penanganan yang diperlukan sebagai pijakan hukum. Yang kemudian pemerintah daerah bisa mengatur anggaran, penanganan dan antisipasi bencana.

“Kita sudah siapkan, sekarang tahap kajian akademis,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Drs. Sigit Akbari, M.Si usai Sosialisasi Perda No 3 tahun 2010 Penangulanan bencana Hidrometrologi dan La-mina di Provinsi Jatim, bersama Anggota DPRD Jatim Hari Putri Lestarai di salah-satu Hotel Jember, Sabtu (27 November 2021).

Perda itu, kata Sigit tidak bisa disahkan tahun ini, karena waktunya sangat mepet. Kemungkinan akan dibahas tahun depan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). “Ya kemungkinan tahun 2022 bisa disahkan, dan Jember punya Perda Kebencanaan,” jelasnya.

Penanganan bencana, masih berdasar SK Bupati Jember No:188.45/1.12/2021 tentang status siaga bencana alam. seperti Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung, surat BMKG Juanda , tentang antisipasi cuaca ekstrim dan lamina, dan surat Plh SekdaProvinsi Jatim.

Oleh karena itu, Kepala BPBD Jember berharap dengan adanya Perda tahun depan tersebut, penanganan bencana di kabupaten Jember lebih baik lagi. “Baik dari segi anggaran, relawan dan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini bisa berjalan baik,” harapnya. /// Ghani

Uncategorized