Rencana Bupati Hendy Menjadikan Pantai Selatan Puger Sebagai Sentra Penghasil Ikan Laut, Disambut Girang dan Optimis Nelayan

Rencana Bupati Hendy Menjadikan Pantai Selatan Puger Sebagai Sentra Penghasil Ikan Laut, Disambut Girang dan Optimis Nelayan

JEMBER – jareku.id: Sejumlah nelayan Puger menyambut girang dan optimis dengan rencana Bupati Hendy yang memulai langkah untuk mengembangkan potensi nelayan Puger dan kawasan pantai selatan. Menjadi sentra penghasil ikan laut yang mumupuni, Ahad (22 Agustus 2021).

“Mander benne gur omong (semoga bulan sekadar omong),” ujar beberapa nelayan yang ditemui jareku.id, Ahad atau Minggu siang tadi. Hal senada pun diekspresikan oleh Mohammad alias Cak Mat (67 th), tomas peduli nelayan Puger. Serta pak Edy S, mantan Kades Puger Wetan yang juga mantan nelayan, merasa senang. Haji Hendy Siswanto sering terjun ke tengah nelayan dan masyarakat Puger sebelum jadi bupati itu sudah berulang kali mengatakan akan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat nelayan.

“Kalau rencana pengembangan potensi nelayan dengan akan membangun pelabuhan di Ambulu serta kawasan pantai selatan itu sejak dulu tahun 2015. Oleh pejabat2 sebelumnya. Tetapi mungkin dan semoga Bupati Hendy yang serius melangkah untuk mewujudkannya,” kata Cak Mat.

Namun upaya dan rencana itu, lanjut tomas Cak Mat, pasti banyak kendala. Hal biasa terjadi. Misal kebijakan tersebut membentur dengan para pengusaha tambak udang yang membentang sepanjang bibir pantai selatan mulai dari Puger sampai Paseban, kawasan Kec. Kencong dan Gumukmas.

Sebagaimana diketahui bahwa pemerintah mau menjadikan Kabupaten Jember sebagai sentra penghasil ikan nasional.
Juli lalu telah dibentuk tim inventarisasi tanah pesisir. Terdiri atas pejabat Asisten Pemkab, BPN Jember, Dandim, Kajari, Kapolres, Kabag Hukum, Kabag Tapem, Kadin Kelautan dan Perikanan serta para camat di daerah pesisir. Kemudia melakukan audiensi dengan jajaran manajemen perusahan startup Fish On.

Audiensi berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada hari Senin (16/08/2021) juga diikuti secara daring oleh Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenkomarves RI, Drs. Dedy Miharja, M. Si. Targetnya, menjembatani para nelayan Puger Jember untuk bekerjasama dengan Fish On. Karena perusahaan startup ini menawarkan sejumlah kemudahan kepada para nelayan melalui aplikasi yang mereka buat.

Beberapa kemudahan yang ditawarkan Fish On diantaranya adalah: memudahkan para nelayan untuk mengetahui posisi ikan dengan menggunakan aplikasi sehingga hasil tangkapan lebih maksimal, menyediakan fasilitas penjualan ikan langsung dari aplikasi serta fasilitas penyimpanan ikan agar ikan dapat tetap segar dalam rentang waktu yang lama.

Terkait dengan program inventarisasi dan pengambilalihan tanah pesisir di sepanjang garis pantai oleh Pemkab Jember, Hendy Siswanto menyampaikan bahwa tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi kelautan.

Karena dengan mengambil alih hak pengelolaan tanah pesisir akan memudahkan Pemkab Jember dalam membangun dermaga, membuat sentra budidaya ikan, wisata bahari dan berbagai upaya lainnya untuk meningkatkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember.

PAD tersebut nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.

“Pemkab Jember akan inventarisasi seluruh wilayah pesisir untuk diambil hak kelolanya. Seratus meter dari bibir pantai adalah milik Pemerintah Daerah. Untuk dikelola menjadi wisata bahari, pabrik, dan lainnya atas nama Pemkab Jember, bukan perseorangan,” jelas Bupati dalam forum audiensi tersebut. Ditambahkan, Sektor kelautan potensinya luar biasa, ini akan memaksimalkan PAD Jember.

“Setelah kami inventarisasi, baru kami kelola sendiri, dan juga kerjasamakan dengan pihak ketiga. Hasil laut akan kami produksi menjadi barang jadi, hasil laut juga akan kami bawa ke kota agar masyarakat kota Jember juga bisa menikmati ikan segar, semuanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jember,” pungkas Bupati Hendy. /// Ghani.

Headline