Selama Menjalani Isolasi di JSG, Petugas Ajak Warga Jalani Pola Hidup Sehat

JEMBER, BP – Pusat isolasi yang disiapkan Pemkab Jember di Jember Sport Garden (JSG), tidaklah seperti yang dibayangkan kebanyakan orang, selain ruang yang cukup nyaman dengan fasilitas Wi-fi, Televisi dan makanan yang cukup bergizi, warga juga diajak menjalani aktifitas hidup sehat.

“Selama menjalani isolasi di JSG, setiap pagi warga diajak ikut olahraga bersama prajurit TNI, dan sore harinya, mereka berolahraga sesukanya, seperti sepakbola, voli, bulutangkis, dan tenis meja,” ungkap Gatot Triyono.

Selain itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini mengungkapkan, selama menjalani isolasi, semua warga bisa menjalani ibadah dengan teratur. “Selama menjalani isolasi, warga juga bisa menjalankan ibadah dengan teratur, bahkan Jumat kemarin, mereka melaksanakan salat Jumat berjamaah, tentu pelaksanaanya dengan protokol Coid-19,” ujar Gatot.

Sedangkan fasilitas Wi-Fi, sebagai penunjang warga untuk melakukan vidio call dengan keluarganya di rumah. “Soal makanan, tidak perlu khawatir. Makanan dengan menu sehat dijamin tersedia tiga kali sehari, plus snack yang nikmat pula,” bebernya.

Jaminan makan ini juga diberikan kepada keluarga mereka yang ada di rumah. Sebab, pemerintah memberi mereka beras 25,6 kg.

“Karena itu, banyak warga yang menjalani isolasi di JSG mengaku nyaman. Suasana yang dirasakan seperti  kehidupan biasanya, tidak seperti karantina di rumah sakit,” ungkap mantan Camat Kaliwates ini.

Gatot pun mengajak, agar masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan. “Ayo kita sama-sama memutus rantai penularan covid-19 dan mendukung pencegahan covid-19 dengan mematuhi protokol yang ada,” ajaknya.

Warga yang menjalani isolasi di JSG ini sebelumnya menjalani pemeriksaan di lima pintu masuk Jember saat mereka datang untuk kembali ke rumah. Mereka itu masuk dalam kreteria orang dalam risiko (ODR).

Lebih jauh Gatot mengungkapkan, semua lapisan masyarakat berjuang bersama-sama mencegah penularan virus dengan melaksanakan belajar di rumah dan bekerja dari rumah, untuk menjaga jarak.

Bahkan banyak warung tutup dan pedagang mengalami penurunan penghasilan sebagai dampak upaya pencegahan penularan virus.

Isolasi merupakan bentuk dukungan kepada masyarakat yang telah berjuang bersama-sama untuk mencegah penularan korona.

“Jangan sampai gara-gara beberapa orang dari luar kota yang termasuk zona merah, yang membawa virus korona, membuat mata rantai penularan tidak segera putus. Maka semakin lama kita harus menjaga jarak,” jlentrehnya.

Selama ini, semua yang tertular menunjukkann adanya riwayat bepergian atau baru balik dari zona merah, seperti Banyuwangi, Bali, Situbondo, Lumajang, malang, Surabaya, Jakarta, maupun luar negeri.

Di akhir wawancara, Gatot mengingatkan bahwa “Mereka adalah saudara saudara kita, yang harus didukung keberadaannya oleh masyarakat. Dikuatkan mentalnya, didukung kebutuhannya dengan cara sesuai protokol dari Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (*)

Destinasi Wisata Headline