Sepasang Suami Istri Jadi Korban Banjir Bandang, Suliha Hilang

Sepasang Suami Istri Jadi Korban Banjir Bandang, Suliha Hilang

jareku.id

HUJAN LEBAT dan banjir bandang di Jember mencekam, Ahad sore (9Januari 2022). Sepasang suami istri, Matsirat (50 th) dan Suliha (47 th) terbawa arus banjir. Matsirat ditemukan tewas. Sedang istrinya hingga sekarang masih dalam pencarian.

Rumah kedua korban di pinggir. Menurut Kepala Dinas Kominfo Jember, Bobby Aisandi, Camat Panti sudah melaporkan bahwa dua korban banjir yang tewas dan hilang itu warga Desa Kemiri Kecamatan Panti. “Rumahnya dekat sungai dan ketika hujan semak lebat dan banjir bandang meluap mereka terseret arus banjir,” tuturnya.

Hujan lebat yang terjadi pada mulai sekitar pukul 14.00 mengakibatkan banjir di beberapa anak sungai di pegunungan Argopuro. Yaitu sungai Mangli, Sungai Dinoyo Kaliputih Rambi dan Sungai Tanggul.

Namun banjir bandang yang mengiringi curahnhujan lebat kali ini membuat warga sekitar kelurahan Mangli Kec. Kaliwates terancam. Sejumlah kawasan pemukiman dan perumahan kelabakan dengan banjir bandang disertai hujan lebat cukup lama.

Salah satu kawasan paling terdampak yaitu Perumahan Bumi Mangi Permai (BMP), Mangli Reciden. Dan nyaris di Griya Mangli. Semua sudah masuk Kelurahan Mangli. Sejumlah rumah roboh terbawa arus. Di perumahan banyak kursi dan mobil yang terseret arus. Dan terlihat sejumlah warga yang naik atap rumah. “Mereka takut dan tak mau spekulasi. Langsung naik genting,” kata Lukman, warga Bumi Mangi. Sedang dosen Dr. Syafrudin yang dosen pasca sarjana UIN KHAS Jember melihat air masuk rumahnya langsung minta bantuan MDMC PDM Jember.

Sementara di bagian hulu ada tanah longsor. Yakni di Gunung Pasang Panti. Setelah hujan agak reda warga.spontan kompak membersihkan longsoran tanah yang menutupi jalan umum.

“Banjir dari arah utara tiba-tiba datang, padahal tidak ada tanda-tanda apapun sebelumnya. Memang kondisi cuaca sebelumnya hujan deras, tapi pada saat banjir datang, hujan sudah mulai reda dan hanya gerimis sedikit,” ucap Sanusi warga perumahan BMP.

Lebih lanjut Sanusi mengatakan bahwa air luapan tersebut berasal dari sungai Dinoyo.

Warga sekitar perumahan terlihat panik saat air tiba-tiba datang termasuk saya. Sampai saat ini banjir masih menggenang dan arus masih cukup deras, sepertinya ini air luapan dari sungai Dinoyo,” katanya.

Bupati Jember H.Hendy Siswanto meminta agar seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk bergerak. Waspada.

“Diharapkan seluruh OPD dapat membantu semuanya, dan waspada semuanya, mengingatkan semua saudara kita yang di ada di wilayah utara,” perintahnya melalui pesan suara yang diteruskan ke seluruh OPD di Kabupaten Jember. Bupati Hendy juga berterimakasih pada warga yang banyak memvido dan posting ke media sosial. Karena informasi itu sangat bermanfaat agar warga.lainnya bisa.menganitisipasi musibah hujan lebat dan banjir.

Hingga saat ini, tim BPBD Jember masih menelusuri beberapa lokasi yang terdampak banjir.

Hingga malam ini sekitar pukul 22.00 sejumlah warga di perumahan BMP, Mangli Recident dan Griya Mangli masih banyak yg berjaga jaga. Mengantisipasi banjir susulan. Apalagi.hujan kadang masih turun.
/// Ghani.

Headline