Susul Lahar Semeru, Beringin 124 Th Tumbang

Susul Lahar Semeru, Beringin 124 Th Tumbang

LUMAJANG – _jareku.id_ – Lumajang gempar. Tak hanya viral soal guguran awan panas dan lahar dingin gunung di Semeru. Tetapi juga karena robohnya pohon beringin yang “legendaris”. Hingga sore  tadi, Senin (18/1/2021) perhatian sebagian warga masih terkonsentrasi pada pohon tua yg tumbang di alun alun kota.

“Usia pohon beringin memang sudah tua sekitar 124 tahun. Kemarin cuaca sangat ekstrim. Hujan lebat disertai angin kencang,” tutur Dr. Sujatmiko, S.H, M.H, Ketua DPD Golkar Lumajang via seluler. Mantan anggota dewan 5 periode itu sangat menyayangkan pohon tersebut bisa tumbang. Karena faktor alam. Padahal dirawat sedemikian rupa.

Beberapa orang di sekitar alun alun turut juga _ngeman_. “Pohon beringin itu kan iconnya kantor pemkab Lumajang. Tampilan khas saya turut bangga punya pohon beringin yang legendaris itu. Katanya banyak mitos yg menyelimuti beringin itu. Tapi saya lupa. Pokok banyak ceritanya dah,” ungkap Agustina Widyanti, S.Pd, guru di Desa Duren Kecamatan Klakah.

TAK ADA KORBAN

Sikap kewaspadaan serta sosialisasi antisipasi soal guguran awan panas dan lahar dingin, terus dilakukan BPBD. Agar tidak terjadi korban. Bahkan Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti beserta timnya di Pos Pantau Semeru mengingatkan warga berhati hati terhadap lahar dingin maupun lahar panas. Karen sampai sekarang sangat intens terjadi hujan di sekitar puncak gunung Semeru. Malah saat ada kegiatan produktif para penambang pasir langsung diingatkan dan disuruh berhenti. Kapolres mengingatkan hal itu semata supaya tidak ada korban.

Ketua Golkar Lumajang Dr. Sujatmiko juga sangat antisipasif soal kemungkinan terjadinya korban. Sebab itu alumni Unej ini mengimbau struktur golkar dibawahnya untuk selalu waspada dan saling meningatkan antarwarga soal guguran awan panas Semeru.

Dr. Sujatmiko SH. MH Ketua DPD Golkar Lumajang bersama istri

Namun sementara hingga Senin sore, kata Sujatmiko, dari berita yg diterimanya, tidak ada korban. Statusnya tetap level waspada dua. “Jadi guguran awan panas itu paling rawan di daerah Supiturang Kecamatan Pronojiwo dan di aliran sungai Curah Kobo’an  teraliri lahar panas.  Kamar kajang  yg ikut Kecamatan Candipuro juga teraliri. Adapun suport dari ormas. LSM dan partai belum ada yg bergerak menyalurkan bantuan sebab belum jelas penampungan pengungsiannya,” ujarnya.

 

Vulkanolog Mbah Surono

Sedang pakar vulkanologi dan kegempaan yang kerap dipanggil Mbah Surono di layar kaca menyebutkan bahwa fenomena gunung Semeru yang unik itu masih berpotensi meletupkan bencana. Pasca erupsi sebelumnya di bagian puncak ada kubah lava. Saat hujan lebat dan terus.menerus itu yg berpotensi terjadi guguran kubah lava.

Mbah Surono mengingatkan, pada 1 Desember 2020 silam terjadi guguran awan panas yg radiusnya mencapai 11 Km. Sedang yg terjadi 16 Januari 2021 “hanya” 4,5 Km dari puncak.

Maka harus diantisi bener soal timbulnya lahar panas atau lahar dingin akibat guyuran hujan lebat sekitar puncak Semeru. Guguran dan Lahar itulah yg sulit diprediksi.

Lima wilayah kecamatan (Candipuro, Pasrujambe, Senduro, Gucialit dan Pasirian) yang tersembur  abu vulkanik. Namun tidak satu jiwapun jadi korban. Abu Semeru itu paling menebal di satu dusun yaitu Kajar Kuning Desa Sumbermujur Candipuro. (S.A.Ghani, Fabby ND)

Headline Nasional