Terbit Ditengah Wabah COVID-19, Novel Karya Pemuda Desa Mendapat Apresiasi

SITUBONDO, BP – Ditengah penyebaran wabah COVID-19 yang melanda Kabupaten Situbondo, Novel ke lima berjudul Menunda Logis yang di tulis pemuda desa, Izzul Muttaqin mendapat apresiasi dari sejumlah pejabat pemerintahan di Kabupaten Situbondo, Sabtu (18/4/2020).

Ratusan novel tersebut habis terjual di tengah-tengah wabah COVID-19. Tidak sampai satu bulan, novel yang ditulis pemuda Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo ini habis terjual.

Sejumlah Kepala Dinas di lingkungan pemerintah kabupaten Situbondo memberikan apresiasi yang begitu besar terhadap karya Izzul Muttaqin, pemuda desa alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ini. Para pejabat di Pemkab Situbondo, membeli novel Menunda Logis dalam jumlah besar.

Keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo, Drs. H. Abu Bakar Abdi menjelaskan bahwa, novel berjudul Menunda Logis karya Izzul Muttaqin pantas di baca dan patut mendapat apresiasi. Sebab, isi yang tertuang dalam novel berjudul Menunda Logis tersebut, penuh dengan nilai-nilai edukatif, kreatif dan motivasi.

“Saya membeli buku Izzul Muttaqin sebanyak 70 exemplar/buku. Sebab, novel karya Izzul Muttaqin pantas di baca di tengah-tengah mewabahnya COVID-19 yang melanda Kabupaten Situbondo. Pembelian buku ini, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi kami terhadap karya pemuda desa yang kreatif. Semoga kedepan karya-karya tulisan Izzul yang tertuang dalam sebuah novel, bisa terus produktif dan bisa menelurkan karya-karya yang penuh motivasi,” jelas Abu Bakar Abdi.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kebupaten Situbondo, H Lutfi Joko Prihatin SH, M.hum. Dia, mengaku bangga dengan novel ke lima karya Izzul Muttaqin yang berjudul Menunda Logis. “Isi yang tertuang dalam novel Menunda Logis, karya Izzul Muttaqin sangat memotivasi. Novel tidak terlalu tebal, tapi isinya padat dan berbobot,” jelas mantan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Situbondo.

Lebih lanjut, Lutfi mengatakan, selain isi novel tersebut penuh dengan motivasi juga mengedukasi dan menginspirasi bagi para pembacanya. “Makanya saya beli novel tersebut hingga 11 exemplar. Novel ini akan saya bagi-bagikan kepada sejumlah anak muda. Agar mereka memiliki semangat yang sama seperti Izzul Muttaqin,” ujar Lutfi.

Sementara itu, ketika Izzul Muttaqin dimintai keterangan media ini, tentang novel berjudul Menunda Logis menjelaskan, dirinya merasa bersyukur dan berterimakasih novel telah mendapat apresiasi dari para pembacanya, termasuk pembaca yang ada dilingkungan birokrasi Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo.

Izzul berjanji akan terus berkarya dalam tulisan yang lebih berbobot dan berkualitas. Sebab karya tulis menunjukkan kemampuan berpikir seseorang. “Terimakasih para pembaca Novel berjudul Menunda Logis. Saya juga berterimakasih kepada ibu saya. Sebab, ibu lah yang terus memberikan dukungan kepada saya hingga bisa seperti sekarang ini. Tak lupa saya sampaikan terimakasih juga kepada teman-teman yang telah banyak membantu proses penerbitan novel Menunda Logis ini,” pungkas Izzul Muttaqin pemuda desa penulis novel Menunda Logis. her

Destinasi Wisata Headline