Terkait Bupati Jember Terima Honor Makam Covid-19, Kemenkes Tegaskan Tak Ada Aturannya

Terkait Bupati Jember Terima Honor Makam Covid-19, Kemenkes Tegaskan Tak Ada Aturannya

JEMBER – jareku.id Kementerian Kesehatan RI melalui Juru BIcaranya dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menegaskan tidak ada aturan terkait honor pejabat untuk pemakaman warga yang meninggal akibat covid-19.
“Kita tidak ada aturan ini ya,” ujarnya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (27/8/2021).

Pernyataan tersebut terkait dengan adanya honor yang diterima oleh Pejabat, dalam hal ini Bupati Jember untuk pengurusan pemakaman warga yang meninggal akibat covid-19. Aturan tersebut tertuang pada Surat Keputusan No 188/.45/1071.12/2021 yang ditandatangani Bupati Jember Hendy S per Maret 2021.

Kementerian Kesehatan RI melalui Juru BIcaranya dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menegaskan tidak ada aturan terkait honor pejabat untuk pemakaman warga yang meninggal akibat covid-19.
“Kita tidak ada aturan ini ya,” ujarnya kepada CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (27/8/2021).

Pernyataan tersebut terkait dengan adanya honor yang diterima oleh Pejabat, dalam hal ini Bupati Jember untuk pengurusan pemakaman warga yang meninggal akibat covid-19. Aturan tersebut tertuang pada Surat Keputusan No 188/.45/1071.12/2021 yang ditandatangani Bupati Jember Hendy S per Maret 2021.

Ada 6 petugas yang dimaksud dalam SK tersebut antara lain pengarah yaitu Bupati beserta wakil.

Berikutnya jabatan Kepala yang dipegang oleh Kepala BPBD Kabupaten Jember, Sekretaris yang diampu oleh Kabid Kedaruratan dan Logistisk BPBD Kabupaten Jember.

Jabatan berikutnya adalah Dokumentasi yang dipegang oleh Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Jember serta Anggota dalam hal ini 10 orang unsur BPBD Kabupaten Jember.

Dijelaskan pula tugas dari pengurus tersebut antara lain melaksanakan dan mengendalikan implementasi kebijakan penerapan protokol kesehatan, menerima dan menguji lapitan orang yang meninggal karena virus.

Selanjutnya melakukan penyemprotan di lokasi pemakaman, melaksanakan penguburan di lokasi sesuai prokes hingga mendokumentasikan dan melaporkan kegiatan pemakaman.

“Segala biaya yang dikeluarkan sebagai akibat ditetapkannya keputusan ini dibebankan kepada APBD Kabupaten Jember TA 2021 pada pos anggaran BPBD Kabupaten Jember,” demikian bunyi keputusan SK tersebut.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, bahwa Bupati Jember menerima honor hingga Rp 70 juta dari pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19. Hitungannya, setiap jenazah covid0-19, pejabat menerima Rp 100 ribu.

Hibahkan honornya

Terkait maraknya pemberitaan tersebut, Bupati Jember menegaskan bahwa honor tersebut langsung disumbangkan.

Jika sebelumnya Bupati Hendy menghibahkan gajinya untuk warga miskin, kali ini dia juga melalukan hal serupa.

Bupati Hendy menghibahkan honornya senilai puluhan juta untuk warga tidak mampu terdampak Covid-19.

“Langsung saya sumbangkan kepada keluarga pasien meninggal karena Covid yang berasal dari kalangan tidak mampu. Seperti gaji saya yang saya sumbangkan untuk warga yang terdampak pandemi,” ucapnya.

Bupati Hendy juga mengatakan, anggaran honor yang diterimanya itu lebih berhak diserahkan kepada keluarga dari korban Covid-19 yang lebih membutuhkan.

“Karena keluarga yang meninggal akibat Covid ini, secara spesifik disampaikan kepada keluarga yang kurang mampu. Hal ini sama dengan yang saya lakukan beberapa waktu lalu, soal gaji yang tidak saya terima setiap bulannya, tapi langsung saya serahkan kepada yang membutuhkan,” ujar Bupati Hendy, Siswanto, Kamis (26/8/2021).

Menurut Bupati Hendy, honor it, secara regulasi sudah lumrah, yang ada di setiap pemerintahan di seluruh wilayah Indonesia yang saat ini kaitan tentang penanganan Covid-19.

“Karena jujur kita tidak berharap mendapat honor ini, karena kalau dapat besar (honornya), artinya yang meninggal banyak. Saya tidak inginkan itu,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati Hendy menegaskan bahwa ini regulasi dan tugas dalam melakukan monitoring sebagai konsekuensi.

Tentang bagaimana tanggung jawab kami, kepada yang meninggal, dan keluarganya.

“Ini adalah pelayanan kami yang harus kami monitoring setiap saat, full 24 jam,” imbuhnya.

Bupati Hendy juga mengakui baru pertama kali menerima.

“Sebelumnya tidak pernah! Tapi jika nanti dapat dan ada lagi, yang kita lakukan ya akan kita kembalikan kepada yang membutuhkan. Terutama keluarga yang tidak mampu yang keluarganya meninggal karena Covid itu. Yang perlu kita bantu,” tegasnya. // Ghani

Headline