Warga Silo Jember Merusak Ambulan Pengantar Jenazah COVID-19, Terpedaya Berita Hoaks

Warga Silo Jember Merusak Ambulan Pengantar Jenazah COVID-19, Terpedaya Berita Hoaks

JEMBER – jareku.id Warga Silo, Kabupaten Jember merebut dan merusak mobil ambulan ketika mengantar jenazah pasien COVID-19. Kejadian tersebut terjadi di Dusun Sukmoilang, Desa Pace, Kecamatan Silo, Jember pada Jumat (23/7).

Polisi telah memeriksa dan meminta keterangan kepada 13 warga perihal kejadian tersebut. Tokoh masyarakat Desa Pace Silo, KH Farid Mujib, membenarkan hal tersebut ketika menjadi saksi di Mapolres Jember, Rabu (28/7).

“Ada 10 orang yang bersama saya hari ini diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi kemarin ada 3 orang yang diperiksa, ya kami ditanya soal kronologis kejadian itu, dan saya ceritakan, jika saat itu kondisi jenazah didalam peti posisinya tengkurap dan banyak darah yang keluar,” ujar pria yang akrab disapa Ra Farid itu.

Lebih lanjut, Ra Farid menegaskan bahwa terdapat warga melihat kondisi jenazah dalam peti tengkurap dan banyak darah. Sehingga, warga mulai menyebarkan isu hoaks kalau terdapat organ tubuh jenazah yang hilang.

Ra Farid menganggap hal tersebut menjadi pemicu amarah warga sehingga melakukan aksi brutal terhadap ambulan.

“Saya tidak tahu siapa yang menghembuskan kalau ada organ tubuh jenazah yang hilang, karena situasi sudah mulai tidak terkendali, saya datang dan melihat untuk memastikan isu tersebut, ternyata organ tubuh jenazah utuh, lalu jenazah kami mandikan ulang dan dimakamkan biasa (tanpa prosedur covid),” ujar Ra Farid.

Selain itu, Ra Farid tidak menampik bahwa hasil swab PCR jenazah tersebut adalah positif. “Kalau hasil PCR positif, tapi tetap dimakamkan biasa oleh warga malam itu juga dan tidak protokol kesehatan,” ucapnya.

Namun, Ra Farid menjelaskan bahwa kondisi di desanya sudah mulai kondusif. Ia juga meminta bahwa kejadian seperti ini tak terulang lagi.

Baca Juga : Sepi Pembeli Karena PPKM, Hendy Borong Makanan di Kedai Bambu

Kronologi Kejadian

Polres Jember belum memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan warga yang merusak ambulan. Kasatreskrim Polres Jember AKP. Komang Yogi Arya Wiguna, menegaskan bahwa masih melakukan penyeldiikan.

“Belum-belum ada tersangka, kami masih melakukan penyelidikan ini,”ujar Yogi.

Sementara itu, pihak Rumah Sakit Bina Sehat, mengomentari kejadian tersebut Direktur RS Bina Sehat, drg. Yunita menjelaskan bahwa jenazah pasien laki-laki berinisial MH tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

“Karena terkonfirmasi positif Covid-19, maka proses pemulasarannya menggunakan protokol kesehatan. Bahkan pihak keluarga juga menyaksikan, bagaimana proses yang dilakukan, juga telah sesuai dengan syariah agama Islam,” jelas Yunita.

Lebih lanjut, Yunita menegaskan pihaknya langsung mengantar jenazah ke lokasi pemakaman.

“Pemberangkatan jenazah dari rumah sakit ke tempat pemakaman menggunakam mobil jenazah yang juga beriringan dengan kendaraan milik kepolisian dan BPBD Jember. Saat hampir mendekati lokasi, mobil kami di hadang oleh banyak massa,” jelasnya.

Selain itu, Yunita menambahkan bahwa ambulan mengalami kerusakan berupa kaca belakang pecah dan kontak mobil hilang karena warga merampas dan membuangnya. // Fab, Ghani

Baca Juga : Parah! Warga Jember Memukul dan Membanting Petugas Pemakaman COVID-19

Redaksi Sepekan